Asyiknya Susuri Saluran Irigasi Sepanjang 450 Meter di Desa Wisata Blimbing Boja

Asyiknya Susuri Saluran Irigasi Sepanjang 450 Meter di Desa Wisata Blimbing Boja Kabupaten Kendal

Asyiknya Susuri Saluran Irigasi Sepanjang 450 Meter di Desa Wisata Blimbing Boja
tribunjateng/akhtur gumilang
Asyiknya Susuri Saluran Irigasi Sepanjang 450 Meter di Desa Wisata Blimbing Boja Kabupaten Kendal 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejak Januari 2018 sungai irigasi di desa Blimbing Boja Kendal dikelola jadi objek wisata alam.

Tempat wisata yang memanfaatkan aliran Sungai tersebut biasa disebut Tubing atau single rafting.

Tubing biasanya memakai ban mobil bekas menyusuri aliran irigasi yang berada di tengah perkampungan Blimbing.

Desa wisata itu berupa lintasan aliran sungai irigasi sepanjang 450 meter.

Lebar lintasan irigasi desa wisata ini seluas tiga meter lebih.

Asyiknya Susuri Saluran Irigasi Sepanjang 450 Meter di Desa Wisata Blimbing Boja Kabupaten Kendal
Asyiknya Susuri Saluran Irigasi Sepanjang 450 Meter di Desa Wisata Blimbing Boja Kabupaten Kendal (tribunjateng/Akhtur Gumilang)

Kepala Desa Blimbing, Sutrisno (48) mengungkapkan bahwa sebelumnya aliran irigasi itu dimanfaatkan warga untuk pengairan kebun dan sawah.

"Namun selain itu, banyak warga dan anak-anak kecil juga yang bermain di sepanjang aliran irigasi. Saat itu, saya mulai kepikiran membuat wahana wisata yang memanfaatkan aliran irigasi ini karena untuk Single Rifting sangat cocok," ungkap Sutrisno kepada Tribunjateng.com, Minggu (11/2/2018).

Ia menambahkan bahwa desa wisata yang masih berumur 5 minggu itu dibuat swadaya masyarakat sekitar desa Blimbing.

Meskipun sangat baru, single rafting desa Blimbing sudah cukup dikenal oleh masyarakat sekitar, terutama di kawasan Kecamatan Boja, Kendal.

"Masih dari Boja saja. Tapi walaupun begitu, saat hari Sabtu dan Minggu pasti sangat ramai. Ya saya bersyukur dengan adanya wisata tubing ini dapat menambah uang kas penghasilan desa dan menumbuhkan kegiatan ekonomi lainnya bagi warga sekitar, seperti membuat warung dan semacamnya," tuturnya, yang baru genap setahun menjadi Kades Blimbing.

Menurut Sutrisno, desa wisata ini akan dijadikan sebagai Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) kedua, setelah bank sampah yang telah berjalan lebih dahulu.

Dalam hal ini, Ia berharap agar desa wisata yang dikelola masyarakatnya dapat viral melalui Sosmed Instagram maupun Facebook.

Sebab jika viral di sosmed, tak hanya dari Kendal saja, bahkan pengunjung dari luar kota pun pasti akan berdatangan ke Desa Wisata yang digarap Sutrisno dan warganya.

"Ya kami berharapnya bisa viral dulu di Sosmed dengan hastag #pesonadesawisatablimbing. Wisata ini terbilang murah meriah dan terjangkau bagi siapapun," lanjutnya. (*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help