Tahun Baru Imlek

Pasar Imlek Semawis Semarang Kembali Digelar, Catat Tanggalnya

Agenda tahunan khas Kota Semarang Pasar Imlek Semawis akan segera digelar.

Pasar Imlek Semawis Semarang Kembali Digelar, Catat Tanggalnya
M Syofri
Para pengurus Kopi Semawis melaksanakan tradisi ketuk pintu, di Kawasan Pecinan Semarang, Minggu (31/1), mengawali penyelenggaraan Pasar Imlek Semawis 2016. Pasar Imlek akan berlangsung selama tiga hari, pada 4-6 Februari mendatang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Agenda tahunan khas Kota Semarang Imlek Semawis'>Pasar Imlek Semawis akan segera digelar.

Acara yang diinisiasi oleh komunitas pecinan dalam rangka menyambut Imlek Cia Gwee 2569 ini akan dilaksanakan selama 3 hari mulai 12-14 Februari 2018 di kawasan Pecinan Semarang.

Guna menghindari kemacetan arus lalu lintas Dinas Perhubungan Kota Semarang bersama Satlantas Polrestabes Semarang akan melakukan simulasi pengalihan arus lalu lintas.

Kabag Humas dan Protokol Kota Semarang, Achyani mengatakan pengalihan arus dari Jalan Beteng akan dialihkan ke Wotgandul Barat mulai pukul 15.00 s/d 24.00 WIB.

"Selain itu disediakan pula jalur alternative melalui jalan inspeksi dari Jalan wotgandul Barat ke Sebandaran hingga Jalan Pekojan atau jalan gang warung," ujarnya.

Dalam acara tersebut, lanjut Achyani, akan disajikan jamuan tok Panjang.

"Filosofi utama Imlek adalah perayaan rasa syukur telah melewati musim dingin yang panjang dan sengsara dan menyambut datangnya musim semi (chun chiu) dengan makan malam bersama keluarga besar di sebuah meja yang sangat panjang. Reunion Dinner bersama keluarga di malam Tahun Baru inilah inti dari perayaan Imlek," ujarnya.

Hidangan yang disajikan bisa bervariasi, tapi biasanya harus ada ikan. Dalam bahasa Mandarin ikan disebut ‘yu’, yang juga punya arti ‘berlimpah’. Makanya ada pepatah ‘nian nian you yu’, tiap tahun ada keberlimpahan.

Dalam hidangan Tok Panjang kali ini akan ada hidangan istimewa sebagai pembuka, yaitu salad ikan atau disebut juga dengan Yu Sheng.

Sementara itu juga disediakan Yu sheng adalah hidangan pembuka saat Imlek. Isinya bisa bermacam sayuran, tapi yang utama adalah wortel, mentimun, lobak, jahe, yang diiris panjang-panjang kecil, jahe putih dan merah, manisan kulit jeruk, Jeruk bali, Talas, Jamur Enoki, Daun Ketumbar, manisan buah kundur, melon, kulit Pangsit goreng atau Kentang goreng, biji wijen dan kacang tanah cincang.

"Bahan yang masing-masing mengandung rasa yang beragam. Daging ikan yang dipakai sebelumnya bisa sudah direndam dalam campuran minyak wijen, minyak goreng, dan merica. Saus dibuat campuran minyak (minyak goreng dan minyak wijen) dengan tambahan saus buah prem, gula pasir, dan bubuk kayu manis," kata Achyani.

Spesial di Imlek kali ini adalah Nasi Goreng Jamblang. Dalam Tok Panjang kali ini akan disajikan nasi goreng yang dibungkus daun jati. Nasi gorengnya terasa sedap ditambah aroma khas serta warna kemerahan daun jati.

"Daun jati adalah salah satu kearifan lokal yang sudah mulai dilupakan. Daun jati dulu digunakan untuk pembungkus nasi atau daging dan hingga hari ini masih digunakan untuk mewarnai nangka muda sehingga gudeg bewarna merah kecoklatan. Daun jati mengandung zat anthocyanin alami," kata Achyani.

Guna meramaikan PIS ini disediakan juga Produk Unggulan khas Pecinan yang sudah tersohor seperti kecap Mirama, kwaci Gadjah, pia Bayi, lunpia, manisan, obat tradisional china, hiasan rumah kertas, perngrajin batu serta menghadirkan Ecobricks sebuah gerakan komunitas sadar lingkungan akan mengajarkan, mendidik, mengenalkan, memprkatekkan bagaimana mengelola plastik di lingkungan dengan gampang, murah dan efektif.(*)

Penulis: galih permadi
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved