Pemkab Tegal Gelontorkan Rp 20 M untuk Perkuat Pendidikan Karakter dan Spiritual

Kabupaten Tegal kucurkan Rp 20 miliar dari APBD untuk memperkuat pendidikan karakter dan spiritual.

Pemkab Tegal Gelontorkan Rp 20 M untuk Perkuat Pendidikan Karakter dan Spiritual
ISTIMEWA
Bupati Tegal, Enthus Susmono, memberikan sambutan pada pelantikan pengurus daerah persatuan guru seluruh indonesia di pendopo amangkurat kabupaten tegal. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Kabupaten Tegal kucurkan Rp 20 miliar dari APBD untuk memperkuat pendidikan karakter dan spiritual.

Anggaran berupa bantuan sosial itu digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan para guru non-PNS. Mulai dari guru PAUD, TK/RA, TPQ, madrasah diniyah, dan pengajar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

"Bagaimana mau memperkuat pendidikan karakter anak didik jika kesejahteraan gurunya masih lemah, belum mampu mencukupi kebutuhan dasarnya secara layak," ujar Bupati Tegal, Enthus Susmono saat pelantikan Pengurus Daerah Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) Kabupaten Tegal di Pendopo Amangkurat, Minggu (11/2/2018).

Menurutnya, proses pembelajaran menjadi tidak optimal karena tenaga pendidik terbebani dengan masalah finansial.

Meski jumlah bansos itu masih sedikit, Enthus berharap hal itu patut disyukuri.

"Ini sebagai bentuk penghormatan kami terhadap jasa para guru swasta, pahlawan tanpa tanda jasa," ucapnya.

Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, kata dia, harus diimbangi dengan penguatan pendidikan karakter, mental dan spiritual.

Implementasi dari keduanya dipengaruhi sikap profesional guru dalam mendidik siswanya.

"Artinya, guru penentu utama keberhasilan pendidikan di negeri ini," tegasnya orang nomor satu di Kabupaten Tegal itu.

Ia berpesan kepada guru PGSI, agar prinsip pengajaran Ki Hajar Dewantara yang dikenal dengan falsafahnya 'Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani' bisa menjadi pegangan insan pendidik dalam menjalankan profesinya.

"Saat memutuskan mengambil profesi guru, maka pada saat itu saudara harus sudah men-setting diri menjadi tokoh panutan. Menjadi pribadi yang lebih sabar dan tetap santun sekalipun sedang menghadapi permasalahan," imbuh Enthus.

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help