TribunJateng/

Asita Jateng Gelar AJMT 2018

Daya tarik Kota Semarang sebagai pintu masuk kunjungan wisata Jawa Tengah masih perlu dipacu

Asita Jateng Gelar AJMT 2018
Tribunjateng.com/Hermawan Endra
Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Asita) Jawa Tengah, Joko Suratno (nomor dua dari kanan) memberikan pemaparan kondisi pariwisata Jateng saat conference pers Asita Jateng Travel Mart 2018 di Hotel Gumaya, Senin (12/2). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hermawan Endra Wijonarko

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Daya tarik Kota Semarang sebagai pintu masuk kunjungan wisata Jawa Tengah masih perlu dipacu. Demikian disampaikan Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Asita) Jawa Tengah, Joko Suratno saat conference pers Asita Jateng Travel Mart 2018 di Hotel Gumaya, Senin (12/2/2018).

Joko mengungkapkan, cukup sulit menjual atraksi wisata yang ada di Jawa Tengah. Kondisi tersebut disebabkan karena Semarang notabene sebagai pintu masuk penerbangan Jateng selain Solo belum begitu digandrungi.

Wisatawan yang hendak berkunjung ke atraksi wisata di provinsi ini cenderung lebih memilih mamakai pintu masuk Yogyakarta ketimbang dari Semarang atau Solo. Hal tersebut kemudian menjadi pertimbangan Asita memilih Kota Semarang sebagai tuan rumah AJTM 2018.

"Dipilih Semarang, karena gate utama menuju Jateng. Kami memandang perlu ada edukasi kepada para buyer bahwa jika mereka ingin berwisata ke Borobudur, Dieng, Karimunjawa, tidak perlu lewat Jogja. Semarang perlu dipromosikan, jujur susah menjual Semarang. Itu jadi kajian kami kenapa AJTM di Semarang," kata Joko.

Ia menambahkan, berbicara destinasi wisata, Jateng tidak kalah dibanding Jogja. Bahkan dari segi jumlah pun mampu bersaing. Tetapi untuk kontribusi pencapaian wisatawan Asing provinsi ini masih kalah dibanding tetangga Selatan.

"Di Jateng desa wisata saja sudah ada sekitar 300. Belum destinasi buatan. Untuk kontribusi terhadap pencapaian jumlah wisatawan domestik sebetulnya Jateng tidak kalah. Atau berada diurutan nomor tiga Indonesia setelah Jabar dan Jatim. Tapi di pencapaian wisatawan asing Jateng dengan Jogja masih banyak Jogja," imbuhnya.

Ironisnya lagi, kondisi tersebut berimbas pada melemahnya atraksi wisata Jateng. Ia mencontohnya, destinasi Candi Borbudur yang sejatinya berada di daerah pemeirntahan Jawa Tengah atau Magelang justru dikenal oleh kebanyakan wisatawan asing sebagai bagian dari Yogyakarta.

Hanya saja Joko menyadari, kondisi tersebut mungkin disebabkan karena atraksi wisata yang ada di Jawa Tengah menyebar disegala titik sehingga cukup sulit dikemas dalam sebuah paket wisata. Namun hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan karena terpenting adalah promosi.

"Pencapaian di 2017 wisatawan asing berkunjung ke Jateng mencapai 560 ribu. Sedangkan untuk wisatawan domestik saya lupa angkanya namun melebihi target atau urutan tiga terbanyak setelah Jabar dan Jatim," imbuhnya.

Halaman
12
Penulis: hermawan Endra
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help