Inilah Fakta Bahwa Ternyata Genangan Air di Jalan Kaligawe Semarang Bukanlah Akibat Rob

Genangan air yang terjadi di ruas jalan Kaligawe dalam kurun waktu Nopember 2017 hingga Februari 2018 saat ini ternyata bukanlah disebabkan oleh rob.

Inilah Fakta Bahwa Ternyata Genangan Air di Jalan Kaligawe Semarang Bukanlah Akibat Rob
ISTIMEWA
Uji rasa di lokasi genangan, ruas Kaligawe, Genuk, Kota Semarang untuk memastikan tidak ada kandungan garam dalam air. 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Reza Gustav

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Genangan air yang terjadi di ruas jalan Kaligawe dalam kurun waktu Nopember 2017 hingga Februari 2018 saat ini ternyata bukanlah disebabkan oleh rob.

Hal itu dinyatakan dalam keterangan tertulis yang dikeluarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang pada Minggu (11/2/2018), dalam judul “Laporan Pengendalian Banjir dan Rob Kota Semarang tanggal 9 Februari 2018.”

Rob biasa diartikan sebagai genangan air/banjir akibat air laut pasang menggenangi daratan, di mana biasanya merupakan masalah yang terjadi di daerah yang lebih rendah dari muka air laut.

Ternyata, genangan air yang terjadi di ruas jalan Kaligawe tersebut adalah genangan yang disebabkan air hujan, bukan rob.

Dari hasil pantauan sepuluh tahun terakhir ini, ketinggian rob tertinggi adalah +1.40 sedangkan elevasi tanggul penutup sementara S. Sringin dan S. Tenggang adalah di elevasi +1.50.

Dilakukan juga pembuktian langsung terkait hal ini, yakni telah dilakukan uji rasa di lokasi genangan untuk memastikan tidak ada kandungan garam dalam air.

Penanggulangan banjir di wilayah timur Semarang
Penanggulangan banjir di wilayah timur Semarang (ISTIMEWA)

Uji rasa di lokasi genangan, ruas Kaligawe, Genuk, Kota Semarang untuk memastikan tidak ada kandungan garam dalam air.

Solusinya, untuk mengatasi genangan yang terjadi di sepanjang ruas jalan Kaligawe akibat air hujan dilakukan upaya penambahan pompa.

Titik-titik yang diberi pompa tambahan yakni Kistdam RSI, Terboyo, Sringin Lama dan Masjid Sringin.

Semuanya bertipe Submergesible dan berkapasitas 100-200 lps.

Jadi total ada sembilan pompa yang berada di wilayah timur Kota Semarang. 

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) memerkirakan seluruh pekerjaan itu akan selesai pada Agustus 2018, lebih cepat sepuluh bulan dari akhir kontrak yang seharusnya selesai pada Juni 2019.

“Diperkirakan seluruh pekerjaan pengendalian banjir dan rob Kota Semarang ini akan selesai pada Agustus 2018,” ujar Hendi, Minggu (11/2/2018).(*)

Penulis: Reza Gustav Pradana
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help