TribunJateng/

Pilgub Jateng

Menurut Ahli Feng Shui, Sudirman Said Bisa Menangi Pilgub Jateng Jika . . .

Ahli Feng Shui, DR Mauro Rahardjo, M.Arch, Sudirman Said Bisa Menangi Pilgub Jateng Jika . . .

Menurut Ahli Feng Shui, Sudirman Said Bisa Menangi Pilgub Jateng Jika . . .
Tribun Jateng/M Nur Huda
Ganjar Pranowo dan Sudirman Said 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mantan Menteri ESDM, Sudirman Said menjajal peruntungannya dalam pesta demokrasi di Jawa Tengah.

Berhadapan head to head lawan petahana, dinilai bukanlah hal yang mudah untuk pria berkacamata itu.

Ahli Feng Shui, DR Mauro Rahardjo, M.Arch, menyebutkan berdasarkan perhitungan Feng Shui peluang Sudirman Said kecil untuk menang di Pilgub Jateng 2018.

‎Namun bukan berarti tidak mungkin, Mauro menyebutkan pria kelahiran 16 April 1963 itu bisa menang.

Ahli Feng Shui, Dr Mauro Rahardjo?, M.Arch, memberikan paparan di sela-sela talk show Investasi Properti Tahun Anjing Tanah, di Hotel Patra Jasa Semarang, Kamis (8/2/2018).
Ahli Feng Shui, Dr Mauro Rahardjo?, M.Arch, memberikan paparan di sela-sela talk show Investasi Properti Tahun Anjing Tanah, di Hotel Patra Jasa Semarang, Kamis (8/2/2018). (tribunjateng/raka f pujangga)

"Sudirman Said hanya bisa menang jika ia lahir pada jam Macan, yaitu lahir antara jam 03.00 sampai 05.00 pagi. Dan itu kemungkinannya hanya 10 persen ada anak lahir pada jam itu‎," ujar dia, Senin (12/2/2018).

Kendati demikian, pihaknya perlu mencari data lebih dalam mengenai jam lahirnya Sudirman Said untuk meramalkan Feng Shui lebih merinci.

‎"Tanpa melihat jam lahir, Pak Ganjar tampak lebih unggul dibandingkan lawannya," jelas dia.

‎Menurutnya, dalam pesta demokrasi itu wajar jika ada yang kalah dan menang.

Pihak yang kalah dalam Pilkada ada baiknya tidak bersikap memusuhi pesaingnya.

"Sebaliknya justru bersama-sama menyatu dan ikut membangun Jawa Tengah untuk masa depan yang lebih baik," ujar dia.

Cara membantunya, kata dia, tentu saja ada banyak cara, sebagai oposisi yang positif yang tidak bertujuan menjatuhkan lawan, tetapi memberikan kritik dan saran serta solusi-solusi yang bersifat konstruktif.

‎"Pak Sudirman Said juga belum tentu kalah, karena pada keduanya tidak diketahui jam lahir yang tepat. Sehingga analisis umum di atas mengandung cacat, yaitu akurasinya hanya 80%, sampai lebih lanjut diketahui jam lahir-nya masing-masing," ujar dia. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help