Pro Kontra Pembangunan Masjid Taman Sriwedari, Pemkot Solo Bakal Lakukan Sosialisasi

Pemkot Solo akan menggencarkan sosialisasi pembangunan Masjid Taman Sriwedari Solo (MTSS) kepada masyarakat Solo.

Pro Kontra Pembangunan Masjid Taman Sriwedari, Pemkot Solo Bakal Lakukan Sosialisasi
TRIBUN JATENG/AKBAR HARI MUKTI
Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo menandatangani surat pembukaan KBD di SMKN 2 Solo, Selasa (12/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Pemkot Solo akan menggencarkan sosialisasi pembangunan Masjid Taman Sriwedari Solo (MTSS) kepada masyarakat Solo.

Sosialisasi dinilai perlu agar memberi pemahaman kepada masyarakat terkait polemik kepemilikan tanah yang digunakan untuk membangun masjid tersebut.

Wawali Solo, Achmad Purnomo mengakui bahwa sebagian masyarakat Solo masih meragukan status tanah yang digunakan untuk membangun masjid tersebut.

"Untuk itu kami akan menunjukkan bukti-bukti dan memberikan penjelasan yang akurat untuk menyosialisasikannya kepada seluruh masyarakat khususnya Solo," papar Achmad, Senin (12/2/2018).

Menurutnya sosialisasi ini akan dilakukan secara gencar, hingga di lingkungan RT di Solo.

"Pastinya kita akan menggandeng perangkat kecamatan, kelurahan hingga RT RW," jelasnya.

Dirinya, yang juga telah didapuk menjadi ketua panitia pembangunan MTSS mengatakan pihaknya akan melibatkan Bagian Hukum dan HAM Sekretariat Daerah (Setda), sebagai pihak pemberi informasi pada sosialisasi tersebut.

"Jadi yang menjelaskan status lahan adalah Bagian Hukum dan HAM. Panitia hanya menerangkan proses pembangunan masjid, desain, bentuk hingga dana pembangunannya saja," katanya.

Seperti diketahui pembangunan masjid ini diprotes sejumlah pihak.

Salah satunya datang dari Masyarakat Peduli Lahan Halal Surakarta (Malaka) yang menolak pembangunan.

Sebelumnya mereka telah berpendapat tanah tersebut bukan milik Pemkot Solo dan memiliki ahli waris yang sah.

"Pembangunan bangunan apapun di tanah ini berpotensi menjadi masalah di masa depan. Ahli waris yang sah atas tanah itu atas nama Wiryodiningrat," ujar Ketua Malaka, Ahmad. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved