TribunJateng/

Sinar Matahari Merangsang Munculnya Tahi Lalat, Dokter RS Hermina Banyumanik : Gunakan SPF

Oleh karena itu, Dokter Liza menyarankan untuk menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung SPF

Sinar Matahari Merangsang Munculnya Tahi Lalat, Dokter RS Hermina Banyumanik : Gunakan SPF
Tribunjateng.com/Wilujeng Puspita Dewi
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RS Hermima Banyumanik, dr Liza Afriliana Sp KK, saat ditemui Tribunjateng.com pada Senin (12/2/2018) di RS Hermina Banyumanik, Jalan Jenderal Pol Anton Sujarwo Nomor 195, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Wilujeng Puspita Dewi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tahi lalat merupakan salah satu jenis kelainan tumor kulit. Tumor kulit sendiri, dibedakan menjadi tumor jinak atau tidak berbahaya, dan tumor ganas yang menjadi gejala dari jenis kanker bernama melanoma.

Menurut Dokter Spesialis  Kulit dan Kelamin RS Hermima Banyumanik, dr Liza Afriliana Sp KK, munculnya tahi lalat disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan, serta faktor dari luar yaitu oleh paparan sinar matahari.

"Paparan sinar matahari yang mengandung ultraviolet, dapat merangsang sel-sel kulit untuk terus tumbuh hingga membentuk benjolan yang bervarisi bentuknya, serta bervariasi warnanya. Bisa oval, bulat, bahkan datar. Bisa berwarna coklat maupun hitam," tutur Dokter Liza saat ditemui Tribunjateng.com di RS Hermina Banyumanik, Jalan Jenderal Pol Anton Sujarwo Nomor 195, Banyumanik, Semarang Jawa Tengah pada Senin (12/2/2018).

Benjolan berwarna atau yang disebut dengan tahi lalat, paling kerap muncul di area wajah. Hal tersebut lantaran wajah merupakan bagian tubuh yang paling sering terkena paparan matahari.

Oleh karena itu, Dokter Liza menyarankan untuk menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung SPF.

Meski tidak bisa mencegah dan menghilangkan tahi lalat, namun SPF dapat meminimalisir pertumbuhan sel-sel di tahi lalat yang jinak.

"Terpenting, jangan gunakan produk yang mengandung bahan karsinogenik atau bahan yang bisa merangsang munculnya kanker," tutur Dokter Liza.

(*)

Penulis: Wilujeng Puspita Dewi
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help