Wali Kota Hendi Tak Pandang Bulu Soal Pungli, Sudah 34 Kasus Terungkap

Genap 1 tahun Tim Satgas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kota Semarang menjalankan amanah Undang-Undang anti korupsi

Wali Kota Hendi Tak Pandang Bulu Soal Pungli, Sudah 34 Kasus Terungkap
ISTIMEWA
Wali Kota Semarang memimpin rakor Tim Saber Pungli di Ruang Komisi A dan B, Gedung Much Ihsan lantai 8 Kompleks Balaikota Semarang, Senin (12/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Genap 1 tahun Tim Satgas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kota Semarang menjalankan amanah Undang-Undang anti korupsi terutama dalam hal memberantas pungutan liar dan korupsi yang dilakukan ASN maupun non ASN di lingkungan Kota Semarang.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengapresiasi capaian positif yang telah ditorehkan oleh Tim Saber Pungli selama satu tahun. Menurut Hendi, sapaan akrabnya, satu tahun ini seharusnya masih langkah sosialisasi kepada masyarakat namun ternyata perkembangannya lebih dari itu.

Hal ini Hendi ungkapkan dalam Rakor Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar, di Ruang Komisi A dan B, Gedung Much Ihsan lantai 8 Kompleks Balaikota Semarang, Senin (12/2/2018).

"Setahun tim Saber Pungli dikukuhkan, sudah ada beberapa produk yang mencuat keluar. Dari hasil laporan yang disampaikan oleh Tim Saber Pungli, ada 34 kasus yang diadukan masyarakat, 17 sedang dalam proses, 17 sisanya sudah ditindaklanjuti," kata Hendi.

Dari jumlah itu, 10 aduan tidak terbukti, kemudian yang 7 aduan berhasil diungkap terbukti dan sudah diberikan sanksi termasuk sampai ke pengadilan lewat aktivitas OTT, maupun lainnya.

"Prestasi ini sangat membanggakan bagi saya," puji Hendi.

Lebih lanjut Hendi meminta Tim Saber Pungli agar jangan berhenti namun agar ditambah dengan langkah penindakan atau shock terapi sehingga harapannya warga Semarang, teman-teman PNS yang tinggal di Semarang semakin memahami mana yang boleh dan mana yang tidak boleh, mana yang harus ditinggalkan mana yang masih bisa dikerjakan.

"Jika ini dilakukan Insya Allah di tahun 2018 produk-produk tim Saber Pungli tidak sampai ke penangkapan dan ke pengadilan," tuturnya.

Ia pun berpesan agar tetap membuka semua keran laporan dari masyarakat agar warga Semarang dapat menyampaikan keluh kesah tentang adanya perlakuan pungli-pungli liar sehingga pungutan liar maupun korupsi dapat ditindak dengan sanksi yang sepadan.

“Yang tidak kalah penting sebenarnya adalah kami membuka semua keran laporan dari masyarakat untuk bisa kita teruskan ke tim Saber Pungli. Lewat hotlinenya Saber Pungli, lewat inspektur bisa, atau juga lewat Lapor Hendi," paparnya.

Untuk aduan, masyarakat harus membuat surat kronologis secara lengkap sepanjang masyarakat merasa tidak nyaman dengan perlakuan-perlakuan pungli yang mungkin masih terjadi di kota Semarang.

"Misalnya saja, mau nyambung pipa PDAM biaya resminya 1,5 juta dimintai 2,5 juta laporkan saja tulis lengkap nama, kejadiannya tanggal berapa itu pasti akan kita tindak lanjuti," pungkas Hendi.(*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help