Wali Kota Semarang Copot Pejabat Eselon IIIA yang Terbukti Lakukan Pungli

Ia menyebutkan, ada satu pejabat eselon IIIA yang dicopot jabatannya dan diturunkan pangkatnya

Wali Kota Semarang Copot Pejabat Eselon IIIA yang Terbukti Lakukan Pungli
tribunjateng/dok
Hendi Lega Pemerintah Pusat Sokong Pembangunan Pasar Johar hingga Rp 100 M 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, telah memberikan sanksi yang tegas kepada aparatur sipil negara (ASN) yang terbukti melakukan pungli. Ia menyebutkan, ada satu pejabat eselon IIIA yang dicopot jabatannya dan diturunkan pangkatnya.

Pencopotan tersebut dikarenakan pejabat tersebut suka mengambil uang proyek dan ambil uang dari masyarakat. Setelah ditangani Inspektorat dan terbukti, selanjutnya diberikan sanksi tegas berupa penurunan pangkat dan pencopotan jabatan.

"Itu berawal dari aduan masyarakat. Tidak perlu saya sampaikan siapa orangnya. Banyak yang sudah tahu kok," katanya usai penyerahan laporan hasil kinerja tim saber pungli Kota Semarang selama 2017 di ruang rapat Komisi A Lantai 8 Gedung Moch Ihsan, Komplek Balai Kota Semarang, Senin (12/2/2018).

Saat ditanya apakah pejabat tersebut merupakan Camat, Walikota yang akrab disapa Hendi itu hanya mengatakan identitas pejabat tidak perlu diperjelas.

Hendi yang juga menjadi penanggungjawab tim saber pungli Kota Semarang, mengapresiasi kinerja tim saber pungli Kota Semarang. Meski baru satu tahun terbentuk, namun menunjukan hasil kinerja yang di luar dugaan.

Ia menyebutkan, tahun pertama tim saber pungli yang sifatnya sosialisasi, justru sudah melakukan penanganan dan operasi tangkap tangan (OTT). Di antaranya, adanya 34 aduan pungli yang 17 aduan di antaranya telah ditangani.

"Ini langkah awal yang positif. Sebenarnya tahun pertama itu sosialisasi dan tahun 2018 ini penindakan. Tapi ternyata sudah jauh dari itu. Kami harapkan masyarakat semakin sadar, apa yang boleh dan apa yang tidak boleh," ujarnya.

Mengenai masukan sanksi agar memberikan shock terapi, Hendi mengatakan, akan berkoordinasi lebih lanjut dengan tim saber pungli. Termasuk adanya masukan pemberian sanksi sosial yang nantinya akan dikaji terlebih dahulu.

Namun yang pasti, Hendi meminta kepada masyarakat untuk turut serta memberantas praktik pungli yang terjadi di Kota Semarang dengan melaporkannya langsung melalui kanal Lapor Hendi maupun ke tim saber pungli.

"Kami membuka kran selebar-lebarnya bagi masyarakat untuk melaporkan praktik pungli. Bisa melalui lapor hendi atau langsung ke saber pungli. Sepanjang masyarakat tidak nyaman terhadap pelayanan di Kota Semarang," jelasnya.

Dicontohkannya, praktik pungli yang sudah terungkap di antaranya tarif parkir dari yang seharusnya Rp 2.000 kemudian ditarik Rp 5.000. Di samping itu, contohnya, pemasangan jaringan PDAM dari harusnya Rp 1,5 juta dimintai 2,5 juta.

"Ada juga pembuatan e-KTP, dari harusnya gratis nyatanya dimintai Rp 200 ribu atau Rp 300 ribu. Laporkan saja hal itu kepada kami," tegasnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help