Wali Kota Semarang Prihatin Adanya Penyerangan Gereja di Yogyakarta

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, merasa prihatin menyikapi adanya penyerangan gereja di Yogyakarta.

Wali Kota Semarang Prihatin Adanya Penyerangan Gereja di Yogyakarta
ISTIMEWA
Dalam suasana menjelang tahun baru Imlek, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) berkunjung ke Klenteng Tay Kak Sie pada Rabu (7/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, merasa prihatin menyikapi adanya penyerangan gereja di Yogyakarta saat jemaat sedang melaksanakan Misa.

Menurutnya, ibadah merupakan hak asasi manusia yang paling dasar.

Sehingga, sebagai sesama warga negara Indonesia maka harus saling menjaga dan menghargai.

"Kalau mau hidup di Indonesia ya harus saling menghargai, kalau tidak bisa menghargai maka minta pindah saja sama Presiden ke negara lain," kata Hendi, Senin (12/2/2018).

Baca: Terbukti Pungli, ASN di Pemkot Semarang Dicopot Jabatannya

Ia menuturkan, dewasa ini bukan saatnya lagi berbicara golongan dan kelompok mana.

Seharusnya, jika ada pemeluk agama manapun yang menjalankan ibadah atau memperingati hari besar agama, sudah seharusnya warga dan pemeluk agama lainnya ikut memeriahkan.

"Jika kita yang sebagai muslim, melaksanakan hari raya Idul Fitri atau Idul Adha, mereka juga ikut ngombyongi (memeriahkan--red)," tuturnya.

Baca: Prakiraan Cuaca Daerah di Jawa Tengah Selasa Besok, Ada yang Berawan Ada Hujan. Cek di Sini

Untuk mengantisipasi kejadian serupa terjadi di Kota Semarang, wali kota yang akrab disapa Hendi itu mengatakan telah berkoordinasi dengan jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) untuk ikut mengamankan penganut agama manapun saat menjalankan ibadah dan perayaan hari raya.

Ia mencontohkan, perayaan Imlek yang digelar di Kota Semarang.

Dari perayaan yang digelar di antaranya Kampung Imlek Semawis, juga diundang dari pemeluk agama lain untuk turut memeriahkannya.

"Itu produk keanekaragaman di Kota Semarang. Semoga kejadian di Jogja tidak terjadi di Semarang," harapnya.(*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help