Tahun Baru Imlek

Hujan Saat Imlek Simbol Keberkahan, Kalau Tidak Turun Hujan Akankah Ada Bencana? 

Masyarakat sering berpikir bahwa perayaan tahun baru Imlek, erat kaitannya dengan hujan gerimis.

Hujan Saat Imlek Simbol Keberkahan, Kalau Tidak Turun Hujan Akankah Ada Bencana? 
TRIBUN JATENG/BARE KINGKIN KINAMU
Suasana stan pernak-pernik hiasan imlek di Rita Mall Kota Tegal, Senin (15/1/2018) pukul 17.15 WIB. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Wilujeng Puspita Dewi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Masyarakat sering berpikir bahwa perayaan tahun baru Imlek, erat kaitannya dengan hujan gerimis. Sebagian orang menganggap bahwa gerimis yang turun saat Imlek, merupakan keberkahan yang diberikan Dewa.

Lalu bagaimana bila tidak ada gerimis saat tahun baru China?

Seorang Pengamat Budaya Tionghoa, Andrian Cangianto, menuturkan bahwa tidak hanya etnis China saja yang menganggap gerimis adalah berkah.

Soal hujan yang tidak turun saat Imlek, hal tersebut bukan berarti akan ada bencana yang turun.

"Semua agama dan semua warga dunia, saya rasa menganggap bahwa gerimis adalah berkah. Air adalah berkah yang diberikan oleh Tuhan untuk kehidupan manusia. Apalagi Indonesia adalah negara agraris. Air sangat diperlukan untuk persawahan," tutur Andrian saat ditemui Tribunjateng.com di Klenteng Tek Hay Bio, Semawis, Semarang, Jawa Tengah. Senin (12/2/2018).

Apabila hujan tidak turun pada bulan Januari hingga Maret, hal tersebut lah yang menjadi bencana. Di negara Indonesia, musim hujan turun dari bulan Oktober hingga Maret. Apabila tidak ada hujan hingga Maret, sudah pasti kekeringan melanda Indonesia.

"Karena Imlek jatuh pada bulan sekitar Januari dan Februari, maka Imlek identik dengan hujan," jelasnya.

Bagi Andi, tidak semua air yang turun dari langit saat Imlek adalah keberkahan. Bila air yang diturunkan terlalu banyak, jelas hal tersebut adalah bencana.(*)

Penulis: Wilujeng Puspita Dewi
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help