Pilkada 2018

Kapolres Temanggung Serahkan 12 Personel Pengawal Pribadi Paslon kepada KPU

Kapolres Temanggung Serahkan 12 Personel Pengawal Pribadi Paslon kepada KPU di Pendopo Pengayoman Temanggung, Selasa (13/02/2018).

Kapolres Temanggung Serahkan 12 Personel Pengawal Pribadi Paslon kepada KPU
tribunjateng/humas polres temanggung
Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo menyerahkan sebanyak 12 anggotanya menjadi pengawal pribadi paslon bupati dan wakil bupati Temanggung dalam Pilkada 2018 kepada KPU Kabupaten Temanggung. 

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG -- Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo menyerahkan sebanyak 12 anggotanya yang telah ditunjuk menjadi pengawal pribadi pasangan calon bupati dan wakil bupati Temanggung dalam Pilkada 2018 kepada KPU Kabupaten Temanggung.

Penyerahan personil pengawal pribadi paslon tersebut dilakukan sesaat setelah kegiatan pengundian nomor urut peserta pilkada.

Proses penyerahan pengawal pribadi ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima dari Kapolres Temanggung kepada Ketua KPU Temanggung, Sujatmiko, di Pendopo Pengayoman Kabupaten Temanggung, Selasa (13/02/2018).

Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo menyerahkan sebanyak 12 anggotanya menjadi pengawal pribadi paslon bupati dan wakil bupati Temanggung dalam Pilkada 2018 kepada KPU Kabupaten Temanggung.
Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo menyerahkan sebanyak 12 anggotanya menjadi pengawal pribadi paslon bupati dan wakil bupati Temanggung dalam Pilkada 2018 kepada KPU Kabupaten Temanggung. (tribunjateng/humas polres temanggung)

Kapolres Temanggung mengatakan, sebanyak 12 personel pengawal pribadi sebelumnya sudah ditempa di Mako Brimob Srondol Semarang untuk mengikuti pelatihan.

Dan mereka akan melekat pada masing-masing paslon bupati dan wakil bupati.

"Tiap paslon masing-masing dikawal empat walpri. Tugas mereka adalah untuk membantu pengamanan pasangan calon selama pelaksanaan Pilkada," terang AKBP Wiyono saat penyerahan personel walpri kepada Ketua KPU Temanggung.

Ia menambahkan, dengan adanya walpri yang melekat pada masing-masing paslon, diharapkan masyarakat tidak salah sangka dengan personil Polri yang melakukan pengawalan pribadi itu memihak paslon, namun hanya murni tugas pengamanan.

Lebih lanjut Wiyono mengatakan, yang namanya kompetisi pasti ada yang menang dan kalah, namun demikian apapun hasilnya semua pihak harus menerima.

Selain itu, ia menegaskan bahwa TNI-Polri netral dalam Pilkada.

"Tugas kami (TNI-Polri) adalah pengamanan Pilgub Jateng dan Pilbup, yang selanjutnya dilanjutkan tahapan Pileg dan Pilpres Tahun 2019," jelasnya.

Ia menghimbau agar dalam pelaksanaan Pilkada Temanggung tahun 2018 berjalan dengan aman dan kondusif.

"Apapun ceritanya Temanggung harus aman dan damai," pungkas Alumni Akpol 1999 ini. (tribunjateng/humas polres temanggung)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help