Pilgub Jateng

Massa Pendukung Paslon Gubernur Ngamuk di Stadion Kebondalem Kendal (Simulasi)

Ratusan warga melakukan aksi anarkis di lingkungan stadion Kebondalem, Kendal pada Selasa (13/2) Siang

Massa Pendukung Paslon Gubernur Ngamuk di Stadion Kebondalem Kendal (Simulasi)
tribunjateng/dhian adi putranto
Ratusan warga melakukan aksi anarkis di lingkungan stadion Kebondalem, Kendal pada Selasa (13/2) Siang 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Ratusan warga melakukan aksi anarkis di lingkungan stadion Kebondalem, Kendal pada Selasa (13/2) Siang. Massa tersebut merupakan pendukung satu pasangan calon gubernur.

Mereka yang tak terima dengan hasil Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kendal yang tidak meloloskan pasangan yang ia dukung.

Aksi mereka dihadang oleh ratusan personel polisi Polres Kendal yang telah mengenakan pakaian pelindung yang lengkap.

Massa semakin memanas, mereka melempari anggota Polres Kendal pakai balok kayu dan botol minuman. Tak sedikit massa melakukan anarkis dengan menendang tameng polisi.

Massa tak mau dibubarkan bahkan semakin anarkis. Pada akhirnya Polres Kendal mengerahkan meriam air untuk memukul mundur massa pendukung itu.

Massa tak tinggal diam, mereka langsung menghadang meriam air itu dengan water barier agar meriam air itu tidak dapat lewat dan membubarkan massa. Namun sayang aksi mereka gagal. Massa akhirnya dipukul mundur dan bubar.

Begitulah sepenggal cerita simulasi Sistem Pengamanan dalam Kota jelang diadakannya Pemilihan Gubernur Jateng 2018.

Kapolres Kendal, AKBP Adi Wijaya menuturkan dalam simulasi itu polres Kendal memperagakan simulasi untuk mengantisipasi tindakan anarkis dalam pemilu.

Tak hanya itu saja, Polres Kendal juga melakukan simulasi penanganan tindakan kriminal yang terjadi pada saat pemilu seperti penjarahan dan tindakan penghadangan.

"Dalam simulasi ini kami kerahkan 500 personelnya, dibantu satu Pleton anggota TNI Kodim 0715. Hal ini masih ditambah dari Satpol PP," ujarnya setelah simulasi Sispamkota digelar.

Adi wijaya menuturkan simulasi ini memperagakan beberapa adegan yang dimulai situasi yang kondusif, situasi anarkis, situasi penjarahan serta pengaturan lalu lintas.

"Hal ini kami lakukan agar masyarakat tahu, Kami Polres Kendal siap untuk mengamankan proses pemilihan gubernur Jateng 2018," ujar Adi Wijaya.

Ada banyak titik rawan terjadinya tindakan anarkis seperti di Kantor KPU, kantor Panwaslu, dan pusat pemerintahan baik di Pendopo kabupaten maupun di Kecamatan.

"Saat-saat genting yang rawan tindakan anarkis adalah pada saat penghitungan suara," ungkapnya. (*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help