Pemkot Semarang Akan Luncurkan Koridor VII BRT April Mendatang, Rute Lewati Pasar Relokasi MAJT

Pemkot Semarang bakal menambah koridor baru bus rapid transit (BRT) yaitu koridor VII pada April mendatang. Ada 15 unit bus Trans Semarang

Pemkot Semarang Akan Luncurkan Koridor VII BRT April Mendatang, Rute Lewati Pasar Relokasi MAJT
ISTIMEWA
Pada jendela kaca kanan dan kiri BRT Trans Semarang yang diremajakan tersemat tulisan atau tagline berwarna putih #BERGERAKBERSAMA dan #SEMARANGSEKARANG. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bakal menambah koridor baru bus rapid transit (BRT) yaitu koridor VII pada April mendatang. Ada 15 unit bus Trans Semarang yang akan beroperasi dan melewati pasar relokasi di komplek Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Adanya koridor VII BRT ini, diharapkan dapat mengatasi persoalan minimnya transportasi umum yang diresahkan para pedagang dan pengunjung pasar relokasi di komplek MAJT.

"Koridor VII ini nanti akan melewati pasar relokasi di MAJT. Kalau memungkinkan, launching juga akan dilakukan di pasar relokasi MAJT. Sesuai cita-cita Wali Kota Semarang agar ada transportasi umum yang masuk ke relokasi Johar MAJT," kata Plt Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan, Selasa (13/2/2018).

Hingga saat ini, kata Ade, pihaknya masih melakukan persiapan launching BRT Koridor VII tersebut. 15 unit bus sudah disiapkan dan proses pengurusan surat-surat juga sudah selesai.

Untuk mendukung Koridor VII ini, pihaknya telah menyiapkan 38 shelter portabel untuk ditempatkan di beberapa titik penumpang. Selanjutnya, dilakukan evaluasi titik mana saja yang banyak penumpangnya maka akan dibuatkan shelter permanen.

"Untuk shelter, semuanya menggunakan shelter portabel tipe A atau berukuran besar. Setelah itu akan kami lakukan evaluasi bertahap. Bagi shelter-shelter yang penumpangnya banyak akan kami bangun shelter permanen," imbuhnya.

Dijelaskannya, Koridor VII ini memiliki jarak tempuh 41,6 km. Hanya memiliki satu pool yakni di terminal Terboyo. Rutenya, bus akan berangkat dari terminal Terboyo, kemudian Genuk, Jalan Wolter Monginsidi, Jalan Arteri Soekarno Hatta, masuk ke pasar relokasi di komplek MAJT.

Selanjutnya, bus keluar menuju Jalan Soekarno Hatta, Jalan Patimura, Bubakan, dan melintasi kawasan Kota Lama. Setelah itu, bus menuju ke Jalan Pemuda, memutar di Tugu Muda, Jalan Imam Bonjol, kembali ke Jalan Pemuda, kembali ke rute semula termasuk kembali ke pasar relokasi, selanjutnya kembali ke Terboyo.

"Kota Lama saat ini sudah dilintasi Koridor II, III dan IV. Jadi, nanti ditambah Koridor VII," jelasnya.

Untuk upaya melengkapi transportasi umum di Kota Semarang, akhir 2017 lalu Dishub Kota Semarang mengajukan bantuan bus Menteri Perhubungan dengan total 67 unit bus.

Bus bantuan tersebut rencananya akan digunakan untuk menambah kebutuhan transportasi umum, penambahan koridor, termasuk 20 di antaranya akan digunakan untuk bus sekolah gratis.

Selain itu, pengelola BRT Trans Semarang sedang berupaya keras memerjuangkan kenaikan gaji sopir BRT. Tidak main-main, gaji sopir BRT Trans Semarang direncanakan akan naik menjadi dua kali lipat Upah Minumum Kota (UMK) Semarang. Angkanya maksimal bisa mencapai Rp 4,6 juta per bulan.

"Hal itu untuk meningkatkan kinerja sopir BRT, sehingga pelayanan BRT Trans Semarang semakin meningkat. Rencana kenaikan gaji sopir BRT itu telah dituangkan ke dalam komponen Biaya Operasional Kendaraan (BOK)," paparnya.(*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help