TribunJateng/

Pemuda PKB Jateng Gelar Aksi Keprihatinan Terkait Rentetan Kekerasan pada Tokoh Agama

Desakan tersebut mereka ungkapkan melalui aksi damai di yang digelar di bundaran air mancur Jalan Pahlawan Kota Semarang

Pemuda PKB Jateng Gelar Aksi Keprihatinan Terkait Rentetan Kekerasan pada Tokoh Agama
Tribunjateng.com/M Nur Huda
Sejumlah pemuda dari kader DPW PKB Jateng menggelar aksi keprihatinan atas kasus-kasus kekerasan terhadap tokoh agama yang terjadi beberapa waktu terakhir. Aksi digelar di bundaran air mancur Jl Pahlawan Kota Semarang, Selasa (13/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah, mendesak pemerintah untuk mengambil langkah secara tegas terhadap pelaku kejahatan pada tokoh agama beberapa waktu terakhir di berbagai daerah di Indonesia.

Desakan tersebut mereka ungkapkan melalui aksi damai di yang digelar di bundaran air mancur Jalan Pahlawan Kota Semarang, Selasa (13/2/2018) siang.

Koordinator aksi, Mahfudz Shodiq mengungkapkan, pada awal 2018 ini, ada empat insiden yang melukai para tokoh agama. Dimulai pada 27 Januari, KH Umar Basri, tokoh Nahdlatul Ulama (NU), sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah Cicalengka Bandung menjadi korban.

Kemudian, pada 1 Februari, ulama sekaligus Pimpinan Pusat Persis, HR Prawoto dianiaya orang tak dikenal hingga meregang nyawa. Selanjutnya, persekusi terhadap Biksu Mulyanto Nuhalim dan pengikutnya di Kabupaten Tangerang, 7 Februari.

Disusul pada 11 Februari lalu, ada serangan teror di Gereja St Ludwina, Sleman DIY, yang membuat Romo Kari Edmund Prier dan pengikutnya mengalami luka berat akibat sabetan senjata tajam.

"Kami tidak takut! Gerakan ini merupakan inisiatif dari kalangan pemuda PKB sebagai wujud kritikan keras terhadap kekerasan yang menyerang tokoh agama. Kami juga membuat tagar #IndonesiaTidakTakut untuk bukti bahwa kami memang tidak takut," katanya.

Di tengah aksi yang berlangsung cukup singkat itu, mereka juga membagikan bunga mawar kepada pengguna jalan yang melintas di Jalan Pahlawan. Bunga itu sebagai simbol kedamaian agar tidak lagi terjadi tragedi kekerasan di Indonesia.

Sekretaris DPW PKB Jateng, Sukirman mengaku, pihaknya menyesalkan seluruh kebiadaban yang sarat dengan sentimen keagamaan tersebut. Aksi turun ke jalan ini, sekaligus mengingatkan pemerintah, pemuka agama dan elit ormas keagamaan bahwa potret riil kerukunan terletak di tingkat akar rumput.

"Kerukunan antarumat beragama tidak cukup hanya dibangun secara simbolik-elitis dalam acara pertemuan antaragama saja. Potret kerukunan yang riil itu dilihat dalam relasi antarumat di level bawah, bukan di atas meja rapat dan seremonial antar pemuka agama saja," tegasnya.

Pihaknya meminta aparat keamanan untuk mewaspadai dan mencegah pola-pola gangguan keamanan yang menyasar tokoh-tokoh agama. Termasuk waspada pada penggunaan sentimen keagamaan untuk memecah belah umat beragama dan menghancurkan kerukunan di tingkat akar rumput.

"Kami mengingatkan, lemahnya penegakan hukum atas kasus-kasus itu akan mengundang kejahatan lain yang lebih besar," tandas Sukirman.(*)

Penulis: m nur huda
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help