Enthus Harap Penerapan E-Ticketing di Guci Dapat Cegah Kebocoran Retribusi

Penerapan retribusi wisata menggunakan e-Ticketing di objek wisata Guci Kabupaten Tegal, untuk mencegah kebocoran retribusi tiket wisata.

Enthus Harap Penerapan E-Ticketing di Guci Dapat Cegah Kebocoran Retribusi
TRIBUNJATENG/Mamdukh Adi Priyanto
Bupati Tegal, Enthus Susmono memberikan sambutan pada peluncuran e-Ticketing di objek wisata Guci, Selasa (13/2/2018). (dok humas pemkab tegal) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,SLAWI- Penerapan retribusi wisata menggunakan sistem tiket elektronik atau e-Ticketing pada objek wisata Guci, Kabupaten Tegal, diharapkan dapat mencegah kebocoran retribusi tiket wisata.

Bupati Tegal, Enthus Susmono, resmi meluncurkan e-Ticketing Objek Wisata Guci di gerbang masuk Guci, Selasa (13/2/2018).

Setelah diberlakukannya e-Ticketing di Guci ini, maka proses pembelian tiket wisata di Guci dilakukan secara elektronik.

Tidak ada lagi sistem manual yakni menggunakan karcis. Bagi Pemkab Tegal, penerapan sistem ini diharapkan dapat mendongkrak pendapatan daerah serta mencegah terjadinya kebocoran retribusi.

"Untuk itu, saya sangat mendukung penggunaan e-Ticketing. Saya juga minta dinas segera siapkan untuk peralihan dari retribusi manual menjadi sistem elektronik di objek wisata Guci ini," kata Enthus, Rabu (14/2/2018).

Ia juga berharap sistem elektronik ini dapat meningkatkan kepuasan pengunjung terhadap pelayanan kepariwisataan yang lebih mudah, cepat, dan akuntabel.

"Pesan saya, apa-apa yang menjadi kendala pada penerapan e-Ticketing ini, bisa dicatat, dilaporkan sebagai bahan kajian untuk perbaikan nantinya," imbuhnya.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tegal, Suharinto, mengatakan penerapan sistem ini untuk meningkatkan pendapatan daerah dari sektor pariwisata.

Selain itu, memberikan kemudahan pemantauan retribusi masuk di objek wisata.

Suharinto mengatakan, kedepannya akan menggunakan metode pembayaran melalui mesin E-ticketing agar prosesnya lebih mudah.

"Untuk sementara ini, pakainya dengan sistem penjumlahan langsung tanpa karcis atau tiket. Teknisnya dengan menjumlahkan pengunjung yang akan masuk dan menggunakan kendaraan apa, kemudian dikalikan lalu diprint- outkan langsung," jelasnya.

Penarikan retribusi objek wisata selama ini masih dilakukan secara manual yang berpotensi terjadi kebocoran. Prosesnya pun terlalu panjang.

Mulai petugas di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) menyetorkan ke bendahara kemudian baru disetorkan ke kas daerah melalui bank. Sehingga prosesnya begitu panjang.

Di e-Ticketing, jumlah dan harga tiket akan tertera pada mesin, dan langsung dapat dibayar di Tempat Pemungutan Retribusi.(*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help