TribunJateng/

News Analisis

Kenapa Sekarang Banyak Orang Tega Membunuh Keluarganya, Inilah Kata Pakar

Kemudian ada pemicunya, mungkin bisa masalah pekerjaan, atau ditagih hutang dan lain sebagainya.

Kenapa Sekarang Banyak Orang Tega Membunuh Keluarganya, Inilah Kata Pakar
TRIBUNJATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO/ist
PEMBUNUHAN - Petugas sedang mengevakuasi jasad bayi yang diduga dibunuh ayah kandungnya di Bulukamba Brebes, Selasa 13 Februari 2018. 

Oleh: Budi Wicaksono
Krimonolog Universitas Diponegoro

TRIBUNJATENG.COM - Harus dilihat dulu kondisi kejiwaannya. Mungkin saja disebabkan karena gila atau stres.

Kemudian ada pemicunya, mungkin bisa masalah pekerjaan, atau ditagih hutang dan lain sebagainya.

Tapi yang paling sering karena faktor cemburu. Suami melihat perempuan selingkuh dan ketahuan.

Ia lantas berfikir dari pada ditinggal atau disakiti/dihianati lebih baik dibunuh.

Banyak faktor yang menyebabkan seorang suami tega membunuh anggota keluarganya.

Kalau kejahatan tersebut telah direncakan sebelumnya, maka bersangkutan akan dikenakan pasal 340 tentang pembunuhan berencana. Tapi kalau seketika , berarti dikenakan pasal 338 pembunuhan tidak direncanakan.

Apapun, alasannya, membunuh merupkan tindakan yang tidak berprikemanusian.

Namun, apakah fenomena seperti ini bisa dikatakan marak? Saya rasa belum tentu, mungkin saja dulu jumlahnya pun lebih banyak.

Sebab sekarang ini kecanggihan sistem komunikasi kian berkembang sehingga informasi sekecil apapun bisa cepat tersebar, tidak seperti zaman dulu.

Halaman
12
Penulis: hermawan Endra
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help