TribunJateng/

Modus Baru Komplotan Penipu Rental mobil, Pakai e-KTP Palsu

Cara yang dipakai komplotan penipu untuk menggelapkan mobil rental ini tergolong baru.

Modus Baru Komplotan Penipu Rental mobil, Pakai e-KTP Palsu
ponco wiyono

Laporan wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Cara yang dipakai komplotan penipu untuk menggelapkan mobil rental ini tergolong baru. Secara rapi dan terorganisasi mereka melakukan penipuan mulai dari memalsukan e-KTP yang digunakan, hingga menghilangkan jejak keberadaan kendaraan.‎

Penipuan sejak 3 Januari lalu ini pun membuahkan tiga unit mobil rental itu lalu terbongkar saat korban melaporkan kehilangan yang dialaminya.

Korban bernama Redemtus Puji (47), merupakan pemilik rental Lancar Sari Timur di Kecamatan Sidorejo.

Ia melaporkan kehilangan yang dialaminya, yang kemudian melibatkan dua nama yakni Dardi sutrisno (36) warga Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang dan Tri Pujiarto‎ (30) , warga Kecamatan Semarang Timur Kota Semarang.

"Begitu laporan korban kami tindak lanjuti, kami temukan data-data di KTP itu palsu. Ini kasus baru, alamat dan foto di e-KTP berbeda dan tentu dibutuhkan ketekunan dalam mengadakan identitas palsu ini," jelas Kapolres Salatiga, AKPBP Yimmy Kurniawan.

Dalam gelar perkara di Mapolres, pelaku bernama Tri mengaku ia membuat identitas e-KTP palsu itu di kios percetakan biasa di kawasan Tembalang. Satu lembar e-KTP dicetak seharga Rp 50 ribu, sementara blangko e-KTP ia dapatkan secara acak dari kawan-kawannya seharga Rp 100 ribu perlembar.

"Untuk blangko SIM foto dan daftar identitas kami hapus, yang e-KTP kami lapisi dengan daftar identitas dan foto palsu yang dicetak di plastik," urainya.

Sementara Tri bertugas memalsukan identitas dan memesan kendaraan pinjaman secara daring, lima orang lain menjalankan tugas lain seperti mengambil kendaraan.‎ Tugas ini diemban salah satunya oleh Iwan Novian (27). Begitu mobil di tangan, Iwan menyerahkannya ke kawan lain yang bertugas untuk menjualnya.

"Agar tidak bisa dilacak GPS di dalam mobil kami sembunyikan," ucap Iwan alias ompong.

Satu unit mobil awalnya dijual seharga Rp 17 juta, dengan kelengkapan berupa STNK saja. Harga tersebut bisa naik, begitu kendaraan dijual ke tangan berikutnya. Masing-masing anggota komplotan mendapatkan jatah Rp 3 juta perunit, dan sejauh ini mereka sudah menjual dua unit mobil hasil menipu di rental.

"Satu unit lain sudah dikembalikan saat kami tertangkap," aku Tri yang mengalami luka di bagian kaki karena terjatuh saat hendak melarikan diri.

Barang bukti yang disita petugas meliputi tujuh blangko e-KTP dan SIM, yang tiga di antaranya beridentitas Iwan Novian, Roy Ardiyanto, dan Rudi Meiyanto.

Menurut Yimmy, pihaknya masih terus mendalami kasus dengan modus baru ini. Keenam pelaku masih menjalani penahanan di Mapolres Salatiga.‎ (*)

Penulis: ponco wiyono
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help