Pilkada 2018

Sinoeng Noegroho Dilantik Jadi Pejabat Sementara Bupati Tegal

Kepala Satpol PP Jawa Tengah, Sinoeng Noegroho dilantik Gubernur Ganjar sebagai pejabat sementara Bupati Tegal, Rabu (14/2/2018).

Sinoeng Noegroho Dilantik Jadi Pejabat Sementara Bupati Tegal
TRIBUNJATENG/DANIEL ARI PURNOMO
Kepala Satpol PP Provinsi Jawa Tengah, Sinoeng Noegroho Rachmadi dilantik Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sebagai pejabat sementara Bupati Tegal, Rabu (14/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepala Satpol PP Provinsi Jawa Tengah, Sinoeng Noegroho Rachmadi dilantik Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sebagai pejabat sementara Bupati Tegal, Rabu (14/2/2018).

Lokasi pelantikan bertempat di gedung Gradhika Bhakti Praja, Jalan Pahlawan, Kota Semarang.

Mengenakan setelan jas dan songkok hitam, Sinoeng melangkah ke panggung beserta empat pejabat sementara lainnya.

Hari pertama menjabat bupati, Sinoeng berencana melakukan konsolidasi internal birokrasi. Beberapa tugas yang belum rampung oleh bupati lama akan dilanjutkan.

Selanjutnya, Sinoeng akan kulonuwun dengan jajaran Forkompinda dan sejumlah tokoh masyarakat maupun agama.

"Tugas utama saya adalah bareng-bareng mengawal proses pilkada dengan suasana kondusif, tertib dan lancar. Kata kuncinya adalah komunikasi. Ini yang akan saya bangun," ujarnya.

Sinoeng pula akan melaksanakan arahan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, terkait menjaga netralitas, profesionalitas dan integritas. Hal tersebut menjadi tolok ukur dalam pelaksaan tugas seorang kepala daerah.

Seorang kepala daerah tak mungkin bekerja sendiri. Dibutuhkan koordinasi dengan jajaran birokrasi, dan kepala daerah tetangga.

"Nanti saya akan bangun komunikasi intens dengan kepala daerah Kota Tegal, Brebes, Pemalang, maupun Banyumas," tutur Sinoeng.

Sinoeng pula berujar akan membangun respon cepat melayani masyarakat. Birokrasi harus peka, cepat dan mudah memberikan pelayanan. Menurutnya, hal tersebut merupakan ejawantah negara harus hadir.

Respon cepat berarti mengedukasi publik. Dia tak akan menutupi adanya kekurangan dalam proses pelayanan terhadap warga. Kritik dan saran warga diperlukan untuk menutupi kekurangan pemerintah dalam menyediakan pelayanan yang maksimal. (*)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help