TribunJateng/
Home »

Solo

Tolak SARA di Pilkada Serentak, Kopral Bagyo Beraksi Main Sontokan di Benteng Vastenburg

Kopral Bagyo membuat aksi unik jelang Pilkada serentak 2018 ini. Aksi itu adalah bermain permainan 'sotokan'.

Tolak SARA di Pilkada Serentak, Kopral Bagyo Beraksi Main Sontokan di Benteng Vastenburg
TRIBUN JATENG/AKBAR HARI MUKTI
Kopral Bagyo membuat aksi unik jelang Pilkada serentak 2018 ini. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Kopral Bagyo membuat aksi unik jelang Pilkada serentak 2018 ini. Ia, bersama-sama sejumlah warga melakukan aksi di Benteng Vastenburg, Solo, Rabu (14/2/2018).

Aksi itu adalah bermain permainan 'sotokan'. Permainan tradisional ini dimainkan oleh dua orang dengan cara mengadu tangan mereka di sebuah meja. Mereka yang lemah akan otomatis kalah.

Menjadi unik karena dalam permainan tersebut, dibagi dalam dua kubu yakni kubu 'pribumi' dan kubu 'tionghoa'.

Kedua kubu ini yang saling melawan dalam permainan tradisional tersebut.

Sementara, Kopral berada di sisi lain dari meja sembari melihat permainan itu dimainkan.

Sejumlah warga lain berada di belakang meja dengan membawa sejumlah atribut.

Semisal bendera merah putih, papan bertuliskan kalimat-kalimat bernada pluralisme, dan lain-lain.

Aksi tersebut membuat sejumlah warga Solo mendekati aksi tersebut.

"Unik sekali, langsung saya potret," ujar seorang warga Solo, Reza (26).

Kopral Bagyo, atau Subagyo Lelono nama lengkapnya, mengatakan aksi ini dilakukan agar masyarakat tak menggunakan maupun melempar isu SARA untuk menjatuhkan lawan, jelang Pilkada serentak ini.

"Jika kita tetap menggunakan SARA, negara bisa hancur, masyarakat bisa resah dan saling memusuhi. Kita harus membuat contoh yang baik, jangan malah mengadu domba," katanya di sela aksi.

Mantan anggota Denpom IV/4 Solo ini memaparkan permainan 'sotokan' dalam aksi ini memiliki arti mendalam.
Menurutnya dalam Pilkada boleh beradu kekuatan, tetapi bukan kekuatan SARA atau adu domba. Melainkan adu kuat visi dan misi.

"Semoga SARA tak ada lagi di perpolitikan Indonesia," jelasnya.(*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help