Wali Kota Semarang Akan Gelar Pasar Murah Serentak di 16 Tempat, Catat Tanggalnya

Pada bulan Januari 2018, berbagai daerah di Indonesia mengalami tekanan inflasi yang cukup tinggi, tak terkecuali Kota Semarang

Wali Kota Semarang Akan Gelar Pasar Murah Serentak di 16 Tempat, Catat Tanggalnya
ISTIMEWA
Wali Kota Semarang meninjau stand usai membuka Bazar Ramadhan di halaman balaikota beberapa waktu lalu 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pada bulan Januari 2018, berbagai daerah di Indonesia mengalami tekanan inflasi yang cukup tinggi, tak terkecuali Kota Semarang. Hal ini terlihat dalam rilis BPS Jawa Tengah yang mencatat bahwa inflasi Kota Semarang di bulan Januari 2018 berada pada tingkat 0,81%.

Angka tersebut sebenarnya masih relatif kecil bila dibandingkan dengan inflasi kota-kota lain di Jawa Tengah, sebut saja Cilacap yang sebesar 1,33%, atau Tegal dengan 1,15%.

Bahkan bila dibandingkan dengan inflasi pada bulan yang sama di tahun sebelumnya, inflasi Kota Semarang pada bulan Januari 2018 yang sebesar 0,81% tersebut, faktanya lebih kecil dibandingkan inflasi Kota Semarang di bulan Januari 2017 yang berada pada angka 1,11%.

Namun tren positif penahanan laju inflasi tersebut tak lantas membuat Walikota Semarang, Hendrar Prihadi mengendorkan upayanya.

"Kalau melihat data di Januari kemarin kan andil terbesar inflasi ada pada kelompok bahan pangan, maka dari itu kami akan lebih maksimalkan upayanya di seputar itu", jelas Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang tersebut, saat berada di Hotel Gumaya Semarang untuk menghadiri Rakerdasus DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah (14/2/2018).

"Dan salah satu upayanya, nanti pada hari Senin tanggal 19 Februari 2018, kami akan menggelar pasar murah serentak di 16 tempat. Untuk itu sudah kami siapkan 40 ton beras dengan harga murah untuk didistribusikan kepada masyarakat, di samping gula pasir, minyak goreng, dan telur ayam", jelasnya.

Adapun 16 tempat penyelenggaraan pasar murah tersebut adalah di Balai Kelurahan Krobokan, Balai Kelurahan Kuningan, Balai Kelurahan Peterongan, Balai Kelurahan Bugangan, Balai Kelurahan Bendan Duwur, Balai Kelurahan Gemah, Balai Kelurahan Sendangguwo, Balai Kelurahan Trimulyo, Balai Kelurahan Wonosari, Balai Kelurahan Gayamsari, Balai Kelurahan Srondol Wetan, Balai Kelurahan Mangkang Kulon, Balai Kecamatan Semarang Tengah, Balai Kecamatan Mijen, Balai Kecamatan Candisari, dan aula Kecamatan Gunungpati.

"Teknisnya nanti pasar murah akan kami mulai serentak di hari tersebut pada pukul 9 pagi, dan untuk paket bahan pangannya dari yang semula harganya Rp 114.500,- akan dijual kepada pemegang kupon dengan harga hanya Rp 50.000," lanjut Hendi.

Hendi berharap pasar murah yang dilakukan secara serentak ini dapat meringankan beban masyarakat, serta dapat optimal menekan inflasi yang terjadi di Kota Semarang.

Terkait pelaksanaan pasar murah, Hendi berpesan kepada masyarakat untuk dapat mejaga ketertiban.

"Tentu saja saya berpesan agar ketertiban dalam pelaksanannya dapat terjaga, jangan sampai karena terlalu antusias lalu ada kejadian-kejadian yang tidak mengenakan, untuk itu juga saya sudah minta kepada teman-teman di lapangan untuk mengatur pembagiannya dalam beberapa kelompok," tutur Hendi.

Salah satu camat di Kota Semarang yang akan membantu pelaksanaan pasar murah tersebut, Ronny Tjahjo Nugroho menuturkan akan mulai membagikan kupon kepada masyarakat di Kecamatan Gunungpati pada hari Kamis (15/12).

"Di Kecamatan Gunungpati ada 500 kupon yang dibagikan, dan untuk penukaran kuponnya sendiri pada hari pelaksanaan akan kami bagi dalam 4 kelompok, untuk setiap kelompoknya perkiraan kami dapat terlayani dengan tertib dalam waktu sekitar 1 jam," jelas Camat Gunungpati tersebut. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help