Begini Kondisi Objek Wisata Air Panas Sangubanyu Saat Dikunjungi Bupati Wihaji

Objek wisata pemandian air panas yang menjadi ikon Desa Sangubanyu Kecamatan Bawang akan direvitalisasi oleh Pemkab Batang.

Begini Kondisi Objek Wisata Air Panas Sangubanyu Saat Dikunjungi Bupati Wihaji
tribunjateng/budi susanto
Bupati Batang Wihaji saat mengunjungi wisata pemandian air panas Desa Sangubanyu, Kamis (15/2). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Objek wisata pemandian air panas yang menjadi ikon Desa Sangubanyu Kecamatan Bawang akan direvitalisasi oleh Pemkab Batang.

Objek wisata ini masih minim fasilitas sarana dan prasarana bagi pengunjung guna mendukung tahun kunjungan wisata 2022.

“Obyek wisata di Desa Sangubanyu sangat potensial jika dikelola dengan baik, maka untuk mendukung tahun kunjungan wisata 2022 secepatnya akan kami lakukan penataan agar lebih baik melalui dinas Pariwisata," ujar Bupati Batang Wihaji saat mengunjungi pemandian air panas Desa Sangubanyu, Kamis (15/2/2018).

Bupati Batang Wihaji saat mengunjungi wisata pemandian air panas Desa Sangubanyu, Kamis (15/2).
Bupati Batang Wihaji saat mengunjungi wisata pemandian air panas Desa Sangubanyu, Kamis (15/2). (tribunjateng/budi susanto)

Nantinya di 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Batang akan dilakukan pendataan dan penataan terkait potensi pariwisata guna menarik wisatawan.

“Selain mendata kami juga akan merevitalisasi obyek wisata yang ada di Kabupaten Batang, dan revitalisasi tersebut menjadi prioritasnya guna mendukung tahun kunjungan wisata 2022 dengan tagline Heaven Of Asia," imbuhnya.

Bupati Batang Wihaji saat mengunjungi wisata pemandian air panas Desa Sangubanyu, Kamis (15/2).
Bupati Batang Wihaji saat mengunjungi wisata pemandian air panas Desa Sangubanyu, Kamis (15/2). (tribunjateng/budi susanto)

Pihaknya menambahkan terkait revitalisasi perlu adanya kajian secara mendalam agar obyek wisata yang ada di Kabupaten Batang mampu menjadi magnet bagi wisatawan.

“Kami akan pikirkan serius untuk revitalisasi obyek wisata baik yang lama ataupun baru sesuai skala prioritas dan melalui berbagai kajian," pungkasnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help