Cuaca Ekstrem

Begini Rekomendasi Badan Geologi Terkait Tanah Bergerak dan Longsor di Banjarnegara

Begini Rekomendasi Badan Geologi Terkait Tanah Bergerak dan Longsor di Banjarnegara

Begini Rekomendasi Badan Geologi Terkait Tanah Bergerak dan Longsor di Banjarnegara
tribunjateng/khoirul muzaki
Badan Geologi Bandung telah melakukan kajian terhadap lokasi longsor di Dusun Sawangan Desa Sirongge Kecamatan Pandanarum Kabupaten Banjarnegara. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG COM, BANJARNEGARA - Badan Geologi Bandung telah melakukan kajian terhadap lokasi longsor di Dusun Sawangan Desa Sirongge Kecamatan Pandanarum Kabupaten Banjarnegara.

Akibat longsor pada Minggu (11/2), 116 Kepala Keluarga atau 370 jiwa di dusun itu mengungsi ke rumah penduduk dan fasilitas umum di dusun tetangga.

Kini para pengungsi sedikit lega lantaran mereka diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing sesuai rekomendasi Badan Geologi.

Berdasarkan hasil analisa dan penyelidikan geologi di Dusun Sawangan, tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi merekomendasikan, para pengungsi bisa kembali ke tempat tinggal masing-masing.

Kecuali untuk 11 rumah yang direkomendasikan untuk dikosongkan penghuninya karena terancam pergerakan tanah.

Dari 11 rumah itu, 3 rumah di antaranya milik Saefudin, Amin Dudi, dan Sunarno direkomedasikan agar pemiliknya merelokasi secara mandiri, atau melandaikan timbunan material longsor di samping atau depan rumah.

Terlebih jika ada indikasi amblesan pada 11 rumah itu berkembang signifikan.

"Selain itu, rekomendasi badan Geologi, ada 8 rumah lain yang bisa ditinggali lagi, namun saat terjadi hujan lebat sebaiknya mengungsi dulu," kata Kepala BPBD Banjarnegara Arif Rachman, Kamis (15/2)

Tipe gerakan tanah yang masih mungkin terjadi ini, menurut tim geolog, merupakan gerakan tanah lambat sehingga akan muncul tanda-tanda sebelum longsor terjadi.

Pohon-pohon di area longsoran juga disarankan untuk dibersihkan sehingga bisa mengurangi beban tebing. Namun warga diimbau tetap waspada akan potensi longso susulan saat pemotongan pohon itu.

Badan Geologi juga merekomendasikan agar genangan dan aliran air di area longsoran dialirkan agar tidak terjadi tumpukan genangan yang bisa memicu pergerakan. Masyarakat juga diimbau mewaspadai alur air jika mendadak berhenti atau tidak mengalir karena akan menimbulkan dorongan besar di area longsoran.

"Sungan Bendengan saat ini menyempit karena tumpukan material longsor. Jika terbendung, warga diimbau untuk membukanya karena bisa picu banjir bandang," katanya. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help