Pilkada 2018

Coklit di Solo Sudah hampir Selesai, Ini Data Lengkapnya

Pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit) oleh KPU Solo telah memasuki tahapan akhir.

Coklit di Solo Sudah hampir Selesai, Ini Data Lengkapnya
tribunjateng/akbar hari mukti/DOK
Ketua KPU Solo Agus Sulistyo (tengah) memaparkan teknis gerakan coklit di Kantor KPU Solo, Jumat (19/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit) oleh KPU Solo telah memasuki tahapan akhir.

Data yang masuk dari hasil coklit sudah mencapai 90 persen, serta di coklit ini beberapa lokasi masuk ke dalam sasaran.

Ketua KPU Solo, Agus Sulistyo memaparkan pendataan sudah akan berakhir. Menurutnya tak ada kendala berarti saat mencoklit.

Hanya saja, ia memaparkan ada beberapa warga yang secara administratif terdaftar sebagai warga Solo, tetapi berdomisili di luar Solo.

"Ini membuat petugas tak bertemu dengan warga yang bersangkutan," jelasnya, Kamis (15/2/2018).

Menurutnya dari data yang terkumpul di KPU Solo saat ini sudah nyaris 100 persen.

Untuk kecamatan Jebres dan Banjarsari hampir semua sudah selesai.

Sedangkan untuk kecamatan Laweyan coklit sudah mencapai 95 persen.

Untuk kecamatan Serengan mencapai 83 persen dan untuk kecamatan Pasar Kliwon mencapai 81 persen.

Ia membeberkan dari 1.520 orang yang melakukan pendataan, tinggal urusan administratif yang belum selesai.

Bahkan untuk Lembaga-lembaga yang memungkinkan adanya pemilih, ia menjelaskan KPU juga telah melakukan pendataan. Termasuk Rutan Klas I Solo, Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD), panti wreda, hingga panti sosial.

"Yang juga sebenarnya kita sasar yakni rumah sakit jiwa. Di mana nanti para penghuni yang memungkinkan ikut pemilihan akan kami sasar. Meski begitu memang salah satu syarat menjadi pemilih adalah sehat secara kejiwaan," ungkapnya.

Komisioner KPU Divisi Pemutakhiran Data Pemilih, Badan Penyelenggara dan Perencanaan, Kajad Pamudji, menambahkan saat ini pihaknya masih belum bisa menentukan apakah nantinya akan ada coklit atau tidak di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD).

"Masih belum pasti. Hanya saja coklit pada RSJD ini ditujukan untuk meningkatkan partisipan dari pemilih," ujarnya. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help