TribunJateng/

Dinas Kesehatan Sebut Penderita HIV AIDS di Kabupaten Tegal Meningkat

Dari tahun 2010-2017 data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal mencatat jika ada 694.

Dinas Kesehatan Sebut Penderita HIV AIDS di Kabupaten Tegal Meningkat
tribunjateng/bare kingkin kinamu
PENYULUHAN - Suasana penyuluhan HIV AIDS oleh Pemerintah Kabupaten Tegal, Rabu (14/2/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Ahmad Kiswandi, katakan, penderita HIV dan AIDS di Kabupaten Tegal mengalami peningkatan.

Dari tahun 2010-2017 data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal mencatat jika ada 694.

"Untuk mendeteksi dini para penderita HIV dan AIDS kami libatkan langsung masyarakat untuk ikut dalam pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS. Bersama mitra bisa menyelamatkan anak bangsa dari epidemi AIDS dan narkoba," tutur Ahmad Kiswandi kepada peserta penyuluhan HIV dan AIDS di Balai Desa Prupuk Selatan, Kabupaten Tegal, Rabu (14/2/2018).

Dari data Dinkes, meningkatnya para penderita HIV dan AIDS disebabkan karena adanya temuan dini dan pengidap yang lama masih belum sembuh.

Sebab, dari Kementerian Kesehatan sendiri memiliki target tersendiri untuk masing-masing Dinas Kesehatan terkait temuan penderita HIV dan AIDS.

"Semakin dini terdeteksi semakin baik untuk segera dilakukan penanganan pengobatan," imbuhnya.

Rincian penderita HIV dan AIDS adalah sebagai berikut, 413 orang terinfeksi HIV dan 281 orang positif AIDS.

Untuk mendeteksi dini para pendirita HIV dan AIDS, Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Dinas Kesehatan mengajak peran masyarakat dalam wadah Warga Peduli AIDS (WPA).

Acara sosialisasi ini dihadiri juga oleh Umi Azizah Wakil Bupati Tegal, Kepala Desa Kesambi Istiqomah Pariati, dan para peserta penyuluhan yang sebagian besar dihadiri oleh warga Prupuk.

Umi Azizah, Wakil Bupati (Wabub) Tegal, menyampaikan terkait tiga hal penting mengenai HIV dan AIDS.

"Menumbuhkan kesadaran untuk memeriksakan diri sejak dini, menghilangkan stigma negatif terhadap penderita, dan menindak lanjuti para pengidap,merupakan hal penting yang harus dilakukan," tutur Umi Azizah.
Sudut pandang orang lain terkait pengidap HIV dan AIDS harus dirubah. Pengidap penyakit ini tidak menular melalui kontak fisik. Itulah yang harus dirubah, pengidap tidak boleh dikucilkan.

Kepala Desa Kesambi, Istiqomah, juga mengungkapkan hal senada dalam penyuluhan tersebut.

"Jangan hanya pencegahan AIDS saja melainkan juga untuk mendeteksi penyakit lainnya, sehingga nantinya apabila dirasa tidak enak di badan tolong untuk secepatnya agar bisa dilakukan pemeriksaan ke dokter maupun Puskesmas terdekat," terangnya. (*)

Penulis: Bare Kingkin Kinamu
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help