TribunJateng/

Dugaan Aliran Sesat, Sebanyak 43 Orang yang Diperiksa Polsek Pedurungan sudah Dipulangkan

Dugaan Aliran Sesat, Sebanyak 43 Orang yang Diperiksa Polsek Pedurungan sudah Dipulangkan, Kamis 15 Februari 2018

Dugaan Aliran Sesat, Sebanyak 43 Orang yang Diperiksa Polsek Pedurungan sudah Dipulangkan
tribunjateng/Akhtur Gumilang
Kapolsek Pedurungan Kompol Mulyadi menuturkan bahwa mereka semua, termasuk pemimpinnya yakni Andi Rodiyono (63), diminta untuk menandatangani surat pernyataan. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebanyak 43 anggota kelompok yang diduga menerapkan ajaran aliran sesat di rumah kawasan Palebon RT 1/RW 11, Pedurungan, Kota Semarang, kini telah pulang ke rumahnya masing-masing, Kamis (15/2/2018).

Kapolsek Pedurungan Kompol Mulyadi menuturkan bahwa mereka semua, termasuk pemimpinnya yakni Andi Rodiyono (63), diminta untuk menandatangani surat pernyataan.

Isi surat tersebut berisikan perjanjian agar tidak melakukan kegiatan serupa di lingkungan warga.

Baca: Dugaan Aliran Sesat, Begini Cara Anggotanya Berpenampilan

"Sebelumya mereka sudah didata dan diminta menandatangani surat pernyataan agar tidak melakukan hal yang sama lagi," jelas Kompol Mulyadi kepada Tribunjateng.com, Kamis (15/2/2018).

Menurut Kompol Mulyadi penggerebekan ini tidak terdapat pelanggaran pidana sehingga tidak ada satupun tersangka.

"Kami hanya meminta keterangan dari tiga orang sampai subuh tadi. Setelah itu, mereka semua kami minta pulang ke rumah masing-masing," lanjutnya.

Dalam hal ini, ia memang mengaku bahwa beberapa kali pihaknya menerima laporan terkait aktivitas yang dinilai warga sangat mencurigakan.

Sebab lewat proses pemeriksaan, mereka hanya mengaku melakukan diskusi sembari menutup diri dari dunia luar.

Baca: BREAKING NEWS, Polsek Pedurungan Amankan Warga Diduga Ajarkan Aliran Sesat di Palebon

"Katanya cuma diskusi. Mereka menutup diri selama setahun, sejauh ini kami belum melihat ada keterkaitan dengan organisasi lainnya. Kegiatan mereka memang baru berlangsung selama tiga bulan," terang Mulyadi.

Meski begitu, pemeriksaan akan terus berlanjut dengan berkordinasi dengan Kementrian Agama. (*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help