TribunJateng/

MENEGANGKAN! Proses Pelepasan Buaya-buaya ke Penangkaran di Desa Dawuhan Kulon Banyumas

Kendaraan pengangkut buaya itu mendapatkan pengawalan ketat dari anggota Polri dan TNI yang diarak dari Polsek Kedungbanteng.

MENEGANGKAN! Proses Pelepasan Buaya-buaya ke Penangkaran di Desa Dawuhan Kulon Banyumas
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKKI
BKSDA Jateng serahkan buaya-buaya muara ke Suyanto sang penangkar buaya di desa Dawuhan Kulon Kedungbanteng Banyumas 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS- Jalan raya Kedungbanteng Banyumas mendadak ramai oleh iring-iringan mobil berplat merah. Dua ekor buaya muara dalam kondisi terikat tenang di kerangkeng besi yang menumpang mobil bak terbuka.

Kendaraan pengangkut buaya itu mendapatkan pengawalan ketat dari anggota Polri dan TNI yang diarak dari Polsek Kedungbanteng.

Warga rela menanti untuk melihatnya dengan berdiri berbaris di sepanjang pinggir jalan raya.

Sampai di tempat penangkaran Desa Dawuhan Kulon, Kedungbanteng butuh delapan orang untuk memikul kerangkeng besi berisi seekor buaya besar berukuran 3 sampai 4 meter itu menuju kandang.

Tidak mudah ternyata untuk melepas buaya itu ke kandang yang telah disiapkan. Beberapa menit adalah waktu yang menegangkan sebelum predator itu berhasil dilepas ke tempat tinggal barunya.

Moncong buaya yang masih terkerangkeng itu langsung diarahkan ke pintu kandang seukuran tubuhnya.

Petugas mengaitkan ujung moncong buaya itu dengan tambang panjang. Reptil itu mulai bergeliat saat satu persatu tali pengikat tubuhnya dilepas.

Pintu kerangkeng dibuka. Beberapa orang menarik moncong buaya itu menggunakan tali agar masuk ke kandang.

Sementara Arif Fatah Suyanto, pemilik penangkaran, membantu mendorong tubuh buaya itu sehingga misi itu berhasil.

Halaman
123
Penulis: khoirul muzaki
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help