Pedagang Lega Bisa Jualan Lagi di Dalam Pasar Simongan Semarang

Kepindahan para pedagang ditandai dengan pelaksanaan syukuran yang digelar di dalam pasar Simongan yang baru, Kamis (15/2).

Pedagang Lega Bisa Jualan Lagi di Dalam Pasar Simongan Semarang
tribunjateng/m zainal arifin
Para pedagang Pasar Simongan resmi pindah ke pasar baru yang dibangun oleh Pemkot Semarang pada 2017 lalu. Kepindahan para pedagang ditandai dengan pelaksanaan syukuran yang digelar di dalam pasar Simongan yang baru, Kamis (15/2). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Para pedagang Pasar Simongan resmi pindah ke pasar baru yang dibangun oleh Pemkot Semarang pada 2017 lalu. Kepindahan para pedagang ditandai dengan pelaksanaan syukuran yang digelar di dalam pasar Simongan yang baru, Kamis (15/2).

Seorang pedagang ikan di Pasar Simongan, Suharyati mengaku lega karena sudah bisa kembali berjualan di dalam pasar.

Pasalnya, selama berjualan di pasar darurat yang berada di tepi jalan R Soeratmo, kiosnya selalu bocor saat hujan.

"Selama di lapak sementara, sering bocor kehujanan. Sekarang sudah nyaman dan harapannya dagangan semakin laris," katanya.

Suharyati mengaku senang bisa kembali berjualan di dalam pasar. Kondisi pasar Simongan yang baru tersebut memang jauh lebih nyaman dibanding pasar darurat yang ditempati. Bahkan lebih nyaman dibanding kondisi pasar Simongan yang lama. Meskipun ukuran lapaknya berkurang, namun ia tidak mempersoalkannya.

"Ukuran lapak lebih kecil, tapi tidak apa-apa yang penting bisa berjualan kembali," tuturnya.

Pedagang lain, Eni Fajarwati, juga mengaku senang karena proses revitalisasi pasar sudah selesai. Meskipun tidak seperti yang diharapkan semula, namun setidaknya pedagang sudah tenang dan tidak khawatir saat hujan turun.

"Minimal sudah lega, bisa kembali berjualan dengan nyaman," terangnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, dengan ditandainya syukuran kepindahan ini, seluruh pedagang diharapkan sudah pindah ke dalam pasar Simongan yang baru maksimal Jumat (16/2) ini.

"Kemudian kami akan bongkar kios dan lapak di pasar darurat pada Sabtu-Senin (19/2). Sehingga lokasi pasar darurat sudah bersih semua pada Selasa (20/2)," ujarnya.

Fajar menuturkan, pihaknya menyediakan 172 los di dalam pasar untuk menampung 150 pedagang pancakan yang selama ini berjualan di depan pintu masuk pasar.

"Kami masukkan semua agar tidak ada kecumburuan pedagang yang di dalam. Jika masih ada yang berjualan di depan pasar, dagangan pedagang di dalam pasar bisa tidak laku," terangnya.

Terkait beberapa bagian pasar yang belum selesai dibangun oleh PT Dinamika Persada Sehati selaku kontraktor pelaksana proyek pembangunan, kata Fajar, sudah selesai dilengkapi. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help