Pelaku Usaha Kapal Tangkap Ikan Pekalongan Mati Suri Akibat Pendangkalan Pelabuhan

Pelaku Usaha Kapal Tangkap Ikan Pekalongan Mati Suri Akibat Pendangkalan Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan

Pelaku Usaha Kapal Tangkap Ikan Pekalongan Mati Suri Akibat Pendangkalan Pelabuhan
tribunjateng/budi susanto
Tiga kapal penarik mencoba memindahkan kapal yang tersangkut karena pendangkalan di dalam Dermaga Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan (PPNP), Kamis (15/2). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan (PPNP) lumpuh karena pendangkalan yang terjadi di dermaga tempat masuk dan keluar kapal.

Bahkan puluhan kapal pengangkut ikan tak bisa melaut dan mangkrak sejak awal Januari di dalam dermaga.

Sementara itu kapal yang mencoba keluar dari dermaga dengan cara ditarik menggunakan tiga kapal penarik juga tersangkut oleh sedimentasi dermaga.

Hal tersebut membuat para pemilik kapal dan masyarakat yang menggangungkan hidup dari aktivitas pelabuhan mengeluh.

Saat petugas dari Polairud Pelalongan mencoba memastikan kedalaman dermaga menggunakan bambu, didapat kedalaman dermaga hanya 1,5 meter.

Diterangkan Rahullah Isnaini (45) satu diantara pelaku usaha kapal tangkap ikan, tingginya sedimentasi dermaga membuat usahanya terancam bangkrut.

"Mau bagaimana lagi, kalau seperti ini usaha perikanan serasa mati segan hidup pun tak mau," ujarnya, Kamis (15/2/2018).

Ia mengatakan kapal-kapal tak bisa masuk untuk membongkar ikan dan keluar untuk mencari ikan.

"Kami sangat dirugikan, karena kami setiap bulanya harus mengeluarkan uang Rp 30 juta untuk satu kapal guna membayar pajak dan biaya sandar," paparnya.

Dia berharap permasalahan tersebut cepat ditangani oleh pemerintah karena saat cuaca buruk dari Desember hingga Mei kapal mereka tak bisa beroperasi.

"Kami mohon permasalahan ini cepat ditangani baik dari Pemkot, Provinsi ataupun Pemerintah Pusat, karena ada sekitar 190 kapal tidak di PPNP yang terdampak pendangkalan dermaga," pungkasnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help