Pemkot Salatiga Luncurkan e-Retribusi untuk Tingkatkan PAD 2018

Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga Musthoin mengatakan, pihaknya mentargetkan raihan peserta kartu retribusi

Pemkot Salatiga Luncurkan e-Retribusi untuk Tingkatkan PAD 2018
tribunjateng/ponco wiyono
Walikota Yuliyanto yang turut hadir dalam peresmian itu menyampaikan, sistem retribusi yang terintegrasi secara elektronik sebaiknya juga mulai digunakan oleh Organisasi Pemerintah Daerah yang lain. 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Pemerintah Kota Salatiga berencana memberlakukan penarikan retribusi secara eletronik agar target PAD restribusi khususnya pedagang pasar bisa tercapai.

Salah satu usaha yang dilakukan guna mewujudkan hal tersebut adalah dengan meluncurkan kartu elektronik yang bisa digunakan para pedagang, pada Kamis (15/2/2018) di Kanopi II Pasaraya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga Musthoin mengatakan, pihaknya mentargetkan raihan peserta kartu retribusi ini hingga 3.000 orang.

Sementara hingga peluncurannya, sebanyak 1.699 kartu sudah dibagikan kepada para pedagang.

"Pendapatan dari kartu yang sudah dibagikan itu sendiri mencapai Rp 2,25 juta yang semuanya diperoleh dari 900 pedagang Pasaraya sebanyak Rp 1,3 juta dan 799 pedagang Pasar Blauran sebanyak Rp 950 ribu," jelas Musthoin.

Model penarikan retribusi elektronik ini disebut Musthoin akan mendukung target pemkot menaikkan pemasukan lantaran sistem yang lebih modern. Penarian retribusi akan diketahui lebih cepat dan tidak membutuhkan penghitungan secara manual.

"Uangnya pun masuk langsung ke kas daerah plus ada basis data pedagang yang valid dengan memuat nama pedagang, jenis dagangan, jam operasional sampai alamatnya," beber Musthoin.

Sementara teknis pelaksanaannya, masih menurut Musthoin, petugas akan berkeliling dengan membawa alat tapping kartu yang sebelumnya sudah dilakukan pengisian data melalui paguyuban pedagang.

Walikota Yuliyanto yang turut hadir dalam peresmian itu menyampaikan, sistem retribusi yang terintegrasi secara elektronik sebaiknya juga mulai digunakan oleh Organisasi Pemerintah Daerah yang lain.

"Ini lantaran teknologi sudah berkembang sangat pesat, jadi kita harus menyesuaikan agar kinerja dan hasil yang didapatkan lebih maksimal," tegasnya. (*)

Penulis: ponco wiyono
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help