Walikota Yuliyanto Resmikan Pasar Blauran 2 Salatiga, Begini Pesannya kepada Pedagang

Walikota Yuliyanto Resmikan Pasar Blauran 2 Salatiga, Begini Pesannya kepada Pedagang

Walikota Yuliyanto Resmikan Pasar Blauran 2 Salatiga, Begini Pesannya kepada Pedagang
tribunjateng/ponco wiyono
Walikota Yuliyanto menyapa para pedagang saat peresmian Pasar Blauran II Salatiga, Kamis (15/2/2018). 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Pedagang di Pasar Blauran II berjanji tidak akan lagi berdagang di trotoar. Hal ini disampaikan Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Blauran Mahmudi saat memberikan sambutan dalam peresmian pasar tersebut pada Kamis (15/2/2018).

"Mohon tekad kami ini didukung oleh pemerintah juga agar bisa mengontrol pedagang untuk tidak berdagang di pinggir jalan dan kami berharap dalam waktu dekat fasilitas di dalam pasar ini agar bisa diambah sehingga tempat ini bisa menjadi wahana wisata belanja," jelasnya.

Pasar Blauran II diresmikan langsung oleh Walikota Salatiga Yuliyanto, dan didampingi Sekda, kepala Dinas Perdagangan dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota.

Walikota menyampaikan, pemerintah kota ingin menciptakan suasana di pasar yang tertib dan rapi. Maka dari itu, ia pun meminta komitmen para pedagang supaya menciptakan suasana yang nyaman.

"Jadikan tempat ini sebagai tempat mencari nafkah. Jangan beri harga mahal, jangan mengurangi timbangan atau kalau perlu ditambahi agar berkah," tegas Walikota.

Jumlah pedagang pasar Blauran 2 disebut Mahmudi mencapai 127 orang. Sebelumnya mereka berdagang dengan membuka lapak di trotoar dan bahu jalan.

Seorang pedagang bernama Murni mengatakan setelah memiliki kios resmi ia berharap rejekinya lebih mudah didapatkan.

"Biasanya saya berdagang di pinggir jalan dan pelanggan saya sudah terbiasa membeli barang saya di sana, namun semoga di tempat baru ini pelanggan saya bertambah," ujar pedagang bahan makanan dan sayur mayur ini.

Mengenai harapan pedagang yang ingin fasilitas pasar dilengkapi, Yuliyanto sendiri sepakat. menurutnya, menjadikan pasar sebagai wahana wisata adalah gagasan bagus.

Mahmudi pun menjabarkan jika ada beberapa hal yang perlu ditambahkan di dalam pasar.

"Antara lain penutup agar saat hujan deras para pedagang tidak kena tempyas, juga perlu musala agar kami tak kerepotan lagi mencari tempat untuk beribadah," tutur Mahmudi. (*)

Penulis: ponco wiyono
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved