Sulit Cari Kerja? Ikuti Pelatihan di BLK Disnaker Kota Semarang, Ini Syaratnya

Sulit Cari Kerja? Ikuti Pelatihan di BLK Disnaker Kota Semarang, Ini Syaratnya

Sulit Cari Kerja? Ikuti Pelatihan di BLK Disnaker Kota Semarang, Ini Syaratnya
tribunjateng/m zainal arifin
Kepala UPTD BLK Disnaker Kota Semarang, Augus Tineke, memantau peserta pelatihan otomotif yang sedang mengikuti kelas di Kantor UPTD BLK Disnaker, Gayamsari, Semarang, Kamis (15/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepala UPTD BLK Disnaker Kota Semarang, Augus Tineke mengatakan, BLK didirikan dengan tujuan untuk menanggulangi permasalahan ketenagakerjaan dan pengangguran di Kota Semarang.

Dari data Disnaker, setiap tahunnya di Kota Semarang terdapat tenaga kerja siap pakai sekitar 30 ribu orang.

Sementara jumlah lapangan kerja yang tersedia hanya sekitar 17 ribu saja.

Artinya, ada ketidakseimbangan antara pencari kerja dengan lapangan yang tersedia yang mengakibatkan pengangguran.

"Jumlah lulusan yang tidak sesuai dengan lowongan kerja itu kemudian menimbulkan kesenjangan. Nah, BLK ada untuk menanggulangi kesenjangan itu," kata Tineke.

Menurutnya, keterserapan tenaga kerja yang siap pakai selama ini belum maksimal disebabkan faktor skill tenaga kerja yang tidak sesuai dengan yang dibutuhkan pemberi lapangan pekerjaan. Untuk itu, solusi yang tepat adalah dengam memberikan pelatihan.

Pelatihan tersebut nantinya akan tersertifikasi di BLK Disnaker dan juga LSP. Sehingga berawal dari pelatihan di Disnaker Kota Semarang ini, pencari kerja dipastikan akan mampu masuk dan diterima di dunia kerja.

"Minimal, peserta pelatihan di BLK ini akan bisa membuka usaha sendiri. Kami mengadakan pelatihan secara berjenjang. Nantinya peserta, kami uji kompetensi dan hasilnya dapat setifikat dari BLK dan LSP ," ujarnya.

Hal itu dibuktikan dari data lulusan pelatihan setiap tahunnya sejak BLK didirikan pada 2010 lalu. Dari jumlah setiap pelatihan, 70 persen di antaranya masuk ke dunia kerja dan 30 persen sisanya menjadi wiraswasta dengan membuka usaha.

Tineke memaparkan, tujuan didirikannya BLK Disnaker ini juga untuk meningkatkan kompetensi pencari kerja agar bisa bersaing. Selain itu, dengan skill yang dimiliki peserta maka akan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri sehingga diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran yang setiap tahunnya bertambah.

Pada 2018 ini, BLK Disnaker Kota Semarang membuka lima jenis pelatihan. Yaitu otomotif, desain grafis, salon, menjahit, dan lainnya. Jenis pelatihan ini disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sehingga bisa ditambah dengan pelatihan lainnya.

"Semua pelatihan di kami itu gratis. Justru semua peserta yang ikut pelatihan mendapatkan uang saku setiap harinya. Kami membuka empat tahap pelatihan pada 2018 ini," paparnya.

Untuk mengikuti pelatihan di BLK Disnaker, imbuhnya, calon peserta cukup datang ke kantor UPTD BLK Disnaker Kota Semarang dengan menyerahkan fotocopy KTP, fotocopy ijazah, foto berwarna dan surat keterangan penganggur (AK1) dari Disnaker Kota Semarang.

"Peserta nantinya mengikuti pelatihan selama 30 hari penuh. Waktu itu cukup untuk meningkatkan kompetensi dan skill peserta untuk menguasai bidang yang diinginkan," tandasnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help