Survei Aptrindo Jateng, Ini Jalan Tol Paling Rusak di Bulan Februari 2018

Pengusaha Truk asal Solo yang sering berseliweran melakukan survey di semua ruas jalan di pulau Jawa ini

Survei Aptrindo Jateng, Ini Jalan Tol Paling Rusak di Bulan Februari 2018
KOMPAS IMAGES / KRISTIANTO PURNOMO
Kemacetan mengular sepanjang 18 kilometer di ruas tol Pejagan - Brebes Timur, Jawa Tengah, Jumat (01/07/2016). Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 lebaran. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ketua Bidang Riset dan Teknologi DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia ( Aptrindo ) Jawa Tengah Yanuar Iswara menyesalkan banyaknya kerusakan di beberapa ruas jalan tol di pulau Jawa.

Pengusaha Truk asal Solo yang sering berseliweran melakukan survey di semua ruas jalan di pulau Jawa ini.

"Sudah menjadi tradisi tahunan, pada setiap musim penghujan semua ruas jalan di pulau Jawa pasti mengalami kerusakan parah. Namun hendaknya jalan Tol yang berbayar menyediakan fasilitas yang lebih layak bagi pengguna jalan daripada jalan yang tidak berbayar," kata dia, dalam rilisnya, Rabu (21/2/2018).

Yanuar menambahkan, kualitas jalan tol di Indonesia sebenarnya tidak beda dengan jalan lainnya, bedanya cuma jalan tol harus berbayar.

"Tidak bebas macet dan tidak juga bebas gangguan orang atau hewan menyeberang. Malah jalan tol merupakan daerah operasi favorit para begal truk," katanya.

Pada kesempatan lain Wakil Ketua DPD Aptrindo Jateng, Bambang Widjanarko yang juga pemegang sertifikat Tire Technical dari PIRELLI International Milan Italy menjelaskan, sebenarnya Indonesia tidak mempunyai jalan yang masuk kategori Highway.

"Kita hanya punya segmen jalan Regional Road, Gravel, Quarry. Jalan tol disini banyak lubangnya terutama di musim penghujan. Ketika musim penghujan tiba jumlah ban kolaps akibat benturan naik 2-3 kali lipat. Sebenarnya ban bisa melintasi jalan rusak, namun tidak dengan kecepatan tinggi. Tapi kalau pengemudi kaget melihat ada lubang tiba-tiba muncul di jalan Tol lantas menghantamnya, maka tidak ada ampun lagi, biasanya ban langsung kembung atau meledak," ujar dia.

Menurutnya, akan lebih berbahaya lagi jika pengemudi yang kaget membanting setir dan mengagetkan para pengguna jalan lain sehingga menyebabkan kecelakaan.

"Saya pernah melakukan Road Condition Survey di sepanjang jalur Pantura bersama Tim R & D dari Pabrik Ban PIRELLI, sebenarnya yang menjadi musuh utama ban di Indonesia nomer satunya adalah buruknya kondisi jalan, baru diikuti oleh beban muatan dan iklim. Teknisi ban dari negara lain sering menertawakan buruknya kualitas jalan kita. Kalau beban muatan sih masih jauh dibawah Tiongkok, hanya iklimnya yang sedikit lebih panas," imbuh Bambang yang sering berkeliling dunia mempelajari teknik Ban.

Survey yang dilaksanakan Aptrindo Jateng sejak awal bulan Februari tercatat jalan tol yang paling rusak berada di Pejagan sampai Palimanan.

Sedangkan jalan tol yang berada pada kategori lumayan rusak berada dari Cikampek sampai ke Palimanan.‎(*)

Tags
aptrindo
Penulis: raka f pujangga
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved