Bapenda Kota Semarang Bersinergi dengan PPAT Tingkatkan Pendapatan Daerah dari Sektor BPHTB

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang menggelar forum group discussion dengan pejabat pembuat akta tanah (PPAT)

Bapenda Kota Semarang Bersinergi dengan PPAT Tingkatkan Pendapatan Daerah dari Sektor BPHTB
TRIBUNJATENG/ADI PRIANGGORO
ONLINE PAJAK- Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Semarang, Yudi Mardiana, mengecek sistem pembayaran online di Restoran Shabu Auce, di Jalan Gajahmada, Selasa (11/11/2014). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang menggelar forum group discussion dengan pejabat pembuat akta tanah (PPAT) di Thamrin Square, Kamis (22/2/2018).

Kepala Bapenda Kota Semarang, Yudi Mardiana mengatakan, untuk meningkatkan penerimaan pendapatan dari sektor Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) maka diperlukan sinergi dengan PPAT.

Pada 2018 ini, Bapenda ditarget mampu mengumpulkan pendapatan dari sektor ini sebesar Rp 333,5 miliar. Target tersebut naik dari target 2017 lalu yang sebesar Rp 320 miliar.

"Selain bersinergi dengan PPAT, kami melakukan terobosan dan mempermudah pelayanan BPHTB," kata Kepala Bapenda Kota Semarang, Yudi Mardiana.

Terobosan yang dimaksud yaitu otomatisasi data SSPD BPHTB menjadi SPOP PBB. Untuk itu PPAT diminta untuk mencantumkan nomor objek pajak (NOP) yang benar dan tidak mencantumkan NOP tetangga saat pengisian form BPHTB.

"Kemudian, sekarang kami sudah menggunakan teknologi dengan layanan e-SSPD BPHTB. Dengan layanan ini, PPAT dapan melakukan pendaftaran dimana dan kapan saja," jelasnya.

Terkait FGD dengan PPAT, Yudi mengatakan, untuk menggali permasalahan dan mencari solusi guna peningkatan penerimaan BPHTB di Kota Semarang pada 2018 ini yang ditargetkan naik dari tahun lalu.

"Adanya peningkatan target BPHTB itu, maka perlu ada sinergi menyatukan langkah dan persepsi dengan PPAT yang menjadi garda terdepan penerimaan BPHTB," terangnya.

Ia menambahkan, BPHTB merupakan sektor terbesar yang menyumbang penerimaan pendapatan daerah dari pajak. Kontribusi BPHTB sendiri lebih 20 persen pada APBD 2018.(*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help