YUK! Ikuti Aksi Bersih Sampah di CFD Bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang

Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang akan mengadakan acara puncak dari program TBBS (Tiga Bulan Bersih Sampah)

YUK! Ikuti Aksi Bersih Sampah di CFD Bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang
TRIBUN JATENG/FAIZAL M AFFAN
(kanan ke kiri) Foto Sudharto P. Hadi, Widiandayani, (batik putih) Gunawan Saptogiri, paling pojok Nugroho Widiasmadi. (22/2/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Faizal M Affan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang akan mengadakan acara puncak dari program TBBS (Tiga Bulan Bersih Sampah), Minggu (25/2/2018), tepatnya saat pelaksanaan car free day (CFD) di Simpanglima Semarang. 

Acara tersebut mengajak 1.500 peserta dari berbagai lapisan masyarakat, untuk ikut serta dalam diskusi pengelolaan sampah, kampanye kelola sampah, dan aksi bersih sampah di sekitar Simpanglima Semarang.

"Harapan kami mengadakan kegiatan saat CFD, yakni ingin masyarakat luas tahu pentingnya mengelola sampah. Mulai dari perilaku mengolah sampah rumah tangga, sampai tingkat karyawan suatu perusahaan," tutur Gunawan Saptogiri, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang.

Di sela-sela acara seminar pengelolaan sampah yang dilaksanakan di Balaikota Semarang hari ini (22/2), Giri panggilan akrabnya, mengajak seluruh masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya, untuk turut berpartisipasi dalam aksi bersih sampah.

"Ayo seluruh warga Kota Semarang, kita bangun budaya mengelola sampah mulai dari diri sendiri, dan jangan lupa, untuk ikut aksi bersih-bersih di bundaran Simpanglima besok Minggu," ajaknya.

Selain aksi bersih sampah dan diskusi pengelolaan sampah, Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang juga membuka gerai yang berisi SKPD terkait Pemkot Semarang, Camat se-Kota Semarang, bank sampah Kota Semarang, LSM lingkungan, Saka Kalpataru, dan perusahaan yang peduli lingkungan.

"Karena besok acara puncak, kami juga turut mengundang ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Semoga beliau tidak ada halangan untuk hadir," jelasnya.

Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti, atau yang kerap disapa Ita ini, juga turut mendukung program yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Semarang. Ia melihat, dampak terjadinya banjir di wilayah Mangkang belum lama ini, tak terlepas dari pengaruh sampah.

"Peristiwa banjir yang terjadi di Mangkang, tidak hanya karena air limpasan yang disebabkan curah hujan tinggi. Tetapi, juga terpengaruh dari sampah yang ada di sekitar sungai," tuturnya saat menghadiri acara seminar.

Ita juga mengkhawatirkan kondisi Banjir Kanal Timur (BKT), yang rawan terjadi limpasan air apabila hujan lebat. Maka dari itu, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mau mengelola sampah yang ada di sekitarnya, dan tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

"Tapi kami juga butuh dukungan dari Pemerintah Pusat. Supaya, bisa menghimbau kepada Kepala Daerah yang ada di hulu sungai, agar masyarakatnya diberikan edukasi tentang pengelolaan sampah," terangnya.

Wanita ini mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh penggiat bank sampah, yang dikelola secara masif. Menurutnya, sampah mempunyai nilai jual yang tinggi apabila bisa dikelola dengan cara kreatif.

"Tak hanya menjadi hiasan atau produk rumah tangga. Tapi, dengan teknologi yang tepat, sampah bisa menjadi sumber energi baru yang terbarukan," pungkasnya.(*)

Penulis: faisal affan
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved