Pemilik Nama Sugeng, Ternyata Paling Banyak dari Jawa Tengah dan Jawa Timur

Pemilik nama "Sugeng" dari seluruh Indonsia bahkan dunia berhimpun dalam Paguyuban Sugeng Indonesia (PSI) di Semarang

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - William Shakespeare mengatakan, “Apalah arti sebuah nama? Andaikata kita memberikan nama lain untuk bunga mawar, ia tetap akan berbau wangi".

Akan tetapi diakui atau tidak, ada nama-nama lokal yang dianggap identik dengan figur seorang yang kuno, tidak mentereng, kuno, katrok, ndeso, miskin dan berparas jelek.

Salah satu nama yang dikonotasikan "ndeso" ini adalah "Sugeng", sebuah nama Jawa yang mungkin hampir punah. Berangkat dari keprihatinan itu, pemilik nama "Sugeng" dari seluruh Indonsia bahkan dunia berhimpun dalam Paguyuban Sugeng Indonesia (PSI).

Didasari kesamaan nama dan keterikatan batin untuk pemberdayaan diri, mereka sepakat untuk keluar dari stereotip tidak menyenangkan tersebut dengan cara meningkatkan kapasitas dan kualitas diri.

Seperti yang dilakukan PSI pada Minggu (25/2/2018) siang. Mereka menggelar pelatihan barista. Pelatihan ini digelar di Sekretariat PSI Jawa Tengah di Perumahan Bawen Pukit Permai F48.

"Orang tahunya Sugeng itu wong ndeso, wong mlarat, disitu kami terikat dalam satu hati untuk memberdayakan diri dan meningkatkan silaturahmi termasuk meningkatkan kepekaan sosial. Intinya Sugeng harus bermanfaat buat lingkungan dan masyarakat sekitarnya," kata Ketua Umum PSI yang juga Ketua Umum Yayasan Sugeng Sejahtera, Sugeng Pujiono.

Menurut Pujiono, pelatihan barista ini bukan untuk mencetak sebagai orang yang pinter di baristawan tetapi membuka wawasan agar pemilik nama Sugeng bisa membuka warung kopi dan kuliner.

Pihaknya berharap, dengan membuka warung kopi ini, Sugeng-Sugeng di Indonesia bisa memberdayakan masyarakat di bidang ekonomi.

"Sebelum memberdayakan masyarakat luas, teman-teman anggota paguyuban Sugeng harus berdaya dulu. Jadi, hari ini kita berikan pelatihan barista kopi untuk teman-teman di Jawa Tengah," jelasnya.

Menurutnya, orang bernama Sugeng memiliki potensi cukup besar bila disatukan dalam hati dan diberdayakan kemampuannya untuk lingkungan dan masyarakat.

Halaman
12
Editor: m nur huda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help