Unika Soegijapranata Buka Program Studi Baru Teknologi Energi, Mahasiswa Bakal Mempelajari Ini

Unika Soegijapranata Semarang juga membuka program studi baru Teknologi Energi.

Unika Soegijapranata Buka Program Studi Baru Teknologi Energi, Mahasiswa Bakal Mempelajari Ini
UNIKA Soegijapranata

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Selain meresmikan pembukaan Program E Commerce Technology dan Digital Performing Arts, mulai Tahun Akademik 2018/2019 ini, Unika Soegijapranata Semarang juga membuka program studi baru Teknologi Energi.

Hal tersebut disampaikan Kepala UPT Promosi dan Rekrutmen Mahasiswa Unika Soegijapranata Vera Retnowati kepada Tribunjateng.com, Senin (5/3/2018).

Menurutnya, ada banyak hal yang dipelajari dan diperoleh manfaatnya ketika para anak muda bergabung serta menimba ilmu pada program tersebut.

"Selain bekerja atau menjadi tenaga ahli di beberapa perusahaan energi baik milik pemerintah maupun swasta, mereka juga dapat menjadi akademisi, peneliti, maupun praktisi di bidang teknologi energi tersebut," kata Vera.

Selama mereka melangsungkan perkuliahan pada program itu, lanjutnya, setidaknya ada 11 program perkuliahan atau yang telah dimasukkan ke dalam kurikulum perkuliahan selama empat tahun (delapan semester), yang sebanyak sekitar 144 SKS tersebut.

"Fokus dalam program itu yakni tentang kompetensi eksplorasi energi terbarukan, managemen energi, ekonomi energi, audit energi, pengolahan energi. Lalu sistem penyimpanan energi modern," paparnya.

Selain itu, lanjutnya, mereka juga memperoleh materi tentang sistem pembangkit terintegrasi (on grid), sistem pembangkit mandiri (off grid), sistem pembangkit tersebar (distributed generation), transmisi, distribusi, hingga praktikum pemanfaatan serta pengolahan energi.

"Setidaknya, dari dibukanya program Teknologi Energi itu, di Unika Soegijapranata akan muncul kelompok-kelompok pecinta energi ramah lingkungan. Mereka diharapkan menjadi generasi kreatif dan inovatif dalam melihat berbagai fenomena energi khususnya yang ada di Indonesia, ke depannya," tuturnya.(*)

Penulis: deni setiawan
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved