Hatta Sarankan Inovasi Bagi Calon Pengusaha, Perhatikan Juga Sisi Kualitas

Hatta menyarankan peserta juga memperhatikan sisi kualitas. Inovasi tiada arti tanpa kualitas

Hatta Sarankan Inovasi Bagi Calon Pengusaha, Perhatikan Juga Sisi Kualitas
TRIBUN JATENG/DANIEL ARI PURNOMO
Dari kiri ke kanan, Dosen Jurusan Administrasi Bisnis Polines, Umar Farouk menjadi moderator, duduk bersebelahan dengan Kepala UPP Iptekin - Bappeda Jawa Tengah, Hatta Hatnansya Yunus dan Kasie Pengembangan Sarana dan Prasarana Industri non Agro Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Yayuk Armi Rahayu saat Seminar Nasional Entrepreneurship dan Bisnis (Sentris) di Gedung Gradhika Bhakti Praja, komplek kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Sabtu (10/3/2018) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis (HMAB) Politeknik Negeri Semarang (Polines) menyelenggarakan Seminar Nasional Entrepreneurship dan Bisnis (Sentris) di Gedung Gradhika Bhakti Praja, komplek kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Sabtu (10/3/2018) pagi.

Seminar itu bertajuk Empowering the Youth as a Creative Economy Agent for the National Welfare.

Dalam sesi talkshow, ada dua pembicara yang dihadirkan. Kepala UPP Iptekin - Bappeda Jawa Tengah, Hatta Hatnansya Yunus; dan Kasie Pengembangan Sarana dan Prasarana Industri non Agro Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Yayuk Armi Rahayu.

Talkshow itu dimoderatori Dosen Jurusan Administrasi Bisnis Polines, Umar Farouk.

Sebagai awalan, Hatta membahas banyak kedai kopi ternama akhir-akhir ini sedang kelimpungan. Pasalnya, banyak produk baru serupa yang unik sekaligus menarik perhatian konsumen kopi.

"Mereka (pemilik kedai kopi ternama) lagi deg-degan. Banyak usaha serupa bermunculan dan sudah berinovasi," kata Hatta yang duduk di antara dua orang itu.

Dia mencontohkan temannya asal Kebumen yang menciptakan inovasi berupa kopi bambu. Artinya, penyajian kopi menggunakan media bambu.

"Dia jadi coffee wine. Tau kan? Kopi yang memiliki kadar alkohol. Itu sudah ekspor ke luar negeri dan diminati," beber dia.

Selain inovasi, Hatta menyarankan peserta juga memperhatikan sisi kualitas. Inovasi tiada arti tanpa kualitas. Kebanyakan konsumen rela membayar lebih demi kualitas yang didapat.

Melengkapi, Yayuk berujar pihaknya menyediakan pelatihan kualitas dan pemasaran bagi calon pengusaha.

"Jangan sungkan berkonsultasi dengan dinas. Kami siap membina sekaligus memamerkan karya anda. Bila memungkinkan, kami siap memfasilitasi tingkat internasional," ujarnya.

Yayuk mengatakan Disperindag Jateng sudah memulai sejumlah pelatihan wirausaha. Sasaran pelatihan di daerah terpencil atau miskin. Hal itu sebagai pendorong tingkat ekonomi masyarakat sekitar.

Dia berharap para peserta seminar nantinya menjadi calon pengusaha.(*)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved