Hati-hati, Penggunaan Minyak Jelantah Bisa Picu Kanker dan Tumor

Minyak bekas yang terkena panas akan mengalami oksidasi sehingga terbentuk polimer yang bersifat karsinogenik.

Hati-hati, Penggunaan Minyak Jelantah Bisa Picu Kanker dan Tumor
TRIBUN JATENG/WILUJENG PUSPITA
Dokter Arien Himawan menjadi pembicara dalam Seminar Kesehatan RS SMC Telogorejo, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (10/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Wilujeng Puspita Dewi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dokter Gizi Rumah Sakit Telogorejo Arien Himawan MKesSpGk menuturkan penggunaan minyak goreng bekas dalam memasak sangat tidak dianjurkan.

Pasalnya, minyak yang terkena panas akan mengalami oksidasi sehingga terbentuk polimer-polimer seperti akrilamid yang bersifat karsinogenik.

"Bahasa sederhananya, lemak dalam minyak akan pecah saat kena panas. Ikatan lemak akan terputus," tutur dokter Arien dalam Seminar Kesehatan RS SMC Telogorejo, Semarang, Sabtu (10/3/2018).

Dia menjelaskan bahwa pemakaian minyak jelantah bisa menyebabkan kolesterol.

Bahan karsinogenik dalam minyak bekas juga dapat menyebabkan kanker, tumor, dan penyakit degeneratif lain.

Dia membeberkan ciri-ciri minyak goreng yang sudah tidak layak digunakan.

"Minyak yang sudah berwarna gelap dan kental sudah tidak layak digunakan karena kandungan polimernya tinggi," ungkap Dokter Arien. (*)

Penulis: Wilujeng Puspita Dewi
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help