Anggap Panita Tak Profesional, Gala Siswa Indonesia Tingkat SMP Kabupaten Semarang Diprotes

Dastono menceritakan jika pertandingan timnya melawan SMP Bina Insani ini merupakan pertandingan kedua

Anggap Panita Tak Profesional, Gala Siswa Indonesia Tingkat SMP Kabupaten Semarang Diprotes
Istimewa

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Gala Siswa Indonesia Tingkat SMP Kabupaten Semarang mendapatkan protes keras dari SMP 2 Pabelan karena panitia pelaksanaan dinilai tidak fair dalam menggelar pertandingan.

Hal ini dikarenakan tim sepak bola SMP 2 Pabelan dianggap kalah oleh panitia, saat tampil dalam perdelapan final melawan SMP Bina Insani Susukan.

"Bagi kami menang kalah itu biasa, tapi mestinya pelaksanaan harus fair dan jujur," kata Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan SMP 2 Pabelan, Dastono di Ungaran, melalui siaran persnya, Senin (12/3/2018).

Dastono menceritakan jika pertandingan timnya melawan SMP Bina Insani ini merupakan pertandingan kedua setelah sebelumnya mengalahkan tim sepak bola sekolah lain, karena sistim gugur.

Saat hari pertama ada salah satu pemain yang kurang lengkap persyaratannya karena tidak ada foto, kemudian pemain ini tidak dimainkan.

Pada hari kedua, sebelum pertandingan melawan SMP Bina Insani kelengkapan foto diserahkan. Namun panitia tidak mau menerima, dianggap tidak sesuai prosedur kelengkapan pemain.

Kemudian sebelum pertandingan dimulai kedua pelatih SMP Bina Insani dan SMP 2 Pabelan dikumpulkan oleh panitia, disepakati kalau anak ini bisa dimainkan.

"Namun baru setengah menit berjalan, anak ini (pemain) disuruh keluar wasit dan kami bermain hanya 10 orang," ujar Dastono sekaligus guru olah raga ini.

Selama pertandingan berjalan kedudukan 1:1. Untuk mendapatkan juara yang maju ke pertandingan berikutnya mestinya perpanjangan waktu atau adu penalti.

Halaman
12
Penulis: hesty imaniar
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help