JANGAN KAGET, Untuk Lolos Jadi Sekdes Disuruh Bayar Rp 800 Juta

Untuk lowongan sekretaris desa di desa saya kalau mau jadi, si kades mematok harga yang cukup fantatis. Saya dimintai Rp 800 juta

JANGAN KAGET, Untuk Lolos Jadi Sekdes Disuruh Bayar Rp 800 Juta
tribunjateng/cetak/bram
ILustrasi 

TRIBUNJATENG.COM - Seorang sumber Tribun Jateng yang minta namanya dirahasiakan, bercerita pengalamannya maju sebagai calon Sekretaris Desa (Sekdes) di Demak.

Sebut saja Agus. Ia menuturkan, banyak sekali kecurangan yang dirasakan, mulai dari proses pendaftaran, seleksi, hingga adanya permintaan sejumlah uang.

"Contoh kecilnya untuk lowongan perangkat desa, sekretaris desa di desa saya kalau mau jadi, si kades mematok harga yang cukup fantatis. Saya dimintai Rp 800 juta," ujarnya, kepada Tribunjateng.com, baru-baru ini.

Agus menjelaskan, sekarang ini di Demak sedang viral kasus jual beli jabatan perangkat desa.

Bahkan, beberapa waktu lalu ada aksi demo di Pendopo Bupati menolak hasil seleksi perangkat desa karena dianggap penuh manipulasi.

"Mulai dari tes tertulis yang carut-marut, semua soal sama isinya untuk semua lowongan. Selain itu, LJK (lembar jawab komputer) berbahan fotocopy-an. Setahu saya kalau LJK fotocopyan apa bisa dipakai di komputer? Tempat duduknya pun seperti orang nonton bioskop, tidak ada jeda alias dempetan," katanya.

Agus menyatakan, dalam ajang pemilihan perangkat desa telah mengeluarkan biaya total Rp 2,5 juta hanya untuk proses pendaftaran. Ia tidak menuruti besaran biaya yang dipatok langsung kepala desa karena jumlahnya sangat besar dan tidak sesuai dengan kemampuannya.

"Kalau mau jadi ya membayar uang yang dipatok kades, pasti jadi. Contoh ada istrinya kades, dia hanya lulusan paket saja bisa mengalahkan lulusan S1," paparnya.

Agus berujar, tidak semua kades secara langsung mematok tarif, dan kadang menyuruh orang kepercayaan sebagai perantara.  Jika deal, yang bersangkutan harus lebih dulu membayar uang muka, dan nanti setelah lolos seleksi melakukan pelunasan.

Menurut dia, tidak ada bukti transaksi jual beli jabatan perangkat desa. Sebab, semuanya dilakukan berdasarkan sikap saling percaya.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved