Kasus Asusila

Sejumlah Siswi SD Disuruh Masuk Kelas Buka Seragam dan Ada yang Diraba

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Semarang mendatangi SDN di Karangayu, Senin (12/3/2018) ini.

Sejumlah Siswi SD Disuruh Masuk Kelas Buka Seragam dan Ada yang Diraba
tribunjateng/Akhtur Gumilang
Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Semarang mendatangi SDN di Karangayu, Senin (12/3/2018) ini. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Semarang mendatangi SDN di Karangayu, Senin (12/3/2018) ini.

Kedatangan Unit PPA berkaitan adanya laporan masuk ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang pada Sabtu (10/3/2018) soal dugaan pelecehan seksual kepada seorang siswi kelas 3 berinisial CAH.

Menurut Kasubag Humas Polrestabes Semarang Kompol Suwarna, kedatangan unit PPA ke sekolah untuk melakukan klarifikasi guru terlapor yang diduga melakukan pelecehan.

Kompol Suwarna mengatakan, klarifikasi itu berguna untuk memeriksa apakah terdapat tindak pidana atau tidak.

"Statusnya masih klarifikasi. Jika ada tindak pidana, kami akan lanjutkan menjadi surat laporan resmi yang selanjutnya akan dilakukan penyelidikan dan seterusnya penyidikan," terang Kompol Suwarna kepada Tribunjateng.com, Senin (12/3/2018).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proses klarifikasi itu untuk membenarkan adanya laporan aduan dari orangtua siswi atas guru terlapor berinisial FO.

Sebelumnya diberitakan pada Sabtu (10/3/2018) lalu, orang tua siswa mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang untuk mengadu.

Dia mengadu, anaknya menjadi korban pelecehan seksual di SDN tersebut oleh oknum guru berinisial FO.

Orangtua siswi itu inisial WAH lapor bahwa putrinya diduga menjadi korban pelecehan seksual tersebut.

Kepada petugas, dia mengaku anaknya mengalami kejadian tersebut pada Kamis (8/3/2018) lalu.

Kata orangtua siswi, berdasar pengakuan si anak, pelaku meraba area kemaluannya.

Perbuatan tidak terpuji itu bermula saat FO memanggil sejumlah siswi untuk masuk ke dalam kelas.

Oknum guru tersebut kemudian mengunci ruang kelas dan meminta para siswa membuka seragamnya.

Lewat pengakuan WAH, ada beberapa siswi juga diduga menjadi korban pelecehan seksual dan diajak masuk ke ruang kelas yang kemudian dikunci oleh oknum guru tersebut. (*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help