Uber Akan Segera Hengkang dari Indonesia

Kabar mengenai hengkangnya Uber dari persaingan bisnis angkutan berbasis online di Asia tenggara semakin menguat

Uber Akan Segera Hengkang dari Indonesia
kompas.com
Grab dan Uber 

TRIBUNJATENG.COM - Kabar mengenai hengkangnya Uber dari persaingan bisnis angkutan berbasis online di Asia tenggara semakin menguat.

Pihak Uber di Indonesia enggan menanggapi rumor dan spekulasi yang beredar di berbagai media, baik media lokal maupun internasional.

"Kami tidak mengomentari rumor dan spekulasi," jawab Dian Safitri, Humas Uber Indonesia kepada Warta Kota, Minggu (11/3/2018) malam.

Dian mengatakan bahwa Chief Executive Officer (CEO) Uber, Dara Khosrowshahi, sudah memberikan keterangan terkait strategi bisnis di Asia beberapa waktu yang lalu.

"Silahkan merujuk pada pernyataan CEO dan Chief Business Officer Asia Pacific Uber," jelasnya.

Dalam artikel yang dimuat Reuters pada 22 Februari 2018, Dara Khosrowshahi menyatakan Uber akan melakukan investasi secara agresif di wilayah Asia Tenggara.

"Tapi saat ini, rencana untuk Asia Tenggara adalah maju, cenderung ke depan, dan berinvestasi," ujar Dara Khosrowshahi kepada Wartawan di India, dikutip Warta Kota dari Reuters.

Menurutnya, SoftBank adalah pemegang saham yang sangat penting, dan banyak pemegang saham di Uber yang memiliki pendapat mengenai hal apa yang harus dilakukan.

"Kami akan berdiskusi di dewan Uber dan menetapkan strategi serta pelaksanaan jangka panjang," terangnya.

Sedangkan Chief Business Officer Uber untuk Asia Pacific, Brooks Entwistle, mengatakan bahwa hengkang dari India dan Indonesia mungkin akan meningkatkan profitabilitas perusahaan, namun akan mengorbankan pertumbuhan jangka panjang.

"Saya telah diberi instruksi mutlak untuk menjalankan dan mengembangkan bisnis ini. Itulah yang saya lakukan, dan itulah yang akan saya melakukan. Jepang akan menjadi fokus utama Uber di tahun 2018," katanya kepada Bloomberg.

Ia menegaskan bahwa meskipun SoftBank telah memiliki 15 persen saham Uber, Perusahaan Jepang tersebut hanya memiliki dua kursi di dewan Uber.

"Mereka tidak punya kontrol untuk memaksakan suatu kesepakatan," katanya.

Sebelumnya, diberitakan Reuters, SoftBank mengatakan bahwa mereka ingin Uber berfokus pada pertumbuhan di Amerika Serikat, Eropa, Amerika Latin dan Australia - bukan Asia, yang merupakan salah satu daerah yang paling mahal dan kompetitif bagi perusahaan jasa pengemudi.(*)

Editor: m nur huda
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved