Pilgub Jateng

Banyak Kemungkinan yang Bisa Terjadi pada Pilkada Jateng Berdasar Survei Litbang Kompas

Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang akan menggelar pemilihan gubernur (pilgub)

Banyak Kemungkinan yang Bisa Terjadi pada Pilkada Jateng Berdasar Survei Litbang Kompas
Tribun Jateng/M Nur Huda
Balon gubernur Jateng Ganjar Pranowo-Sudirman Said saat bertemu ketika mengikuti proses pemeriksaan kesehatan yang digelar KPU Jateng, di RSUP dr Kariadi Semarang, Jumat (12/1/2018). 

TRIBUNJATENG.COM - Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang akan menggelar pemilihan gubernur (pilgub). Lebih kurang 3,5 bulan lagi perhelatan akbar itu akan digelar.

Banyak hal yang bisa terjadi dan dilakukan oleh masing-masing pasangan calon.

Para pasangan calon yang menjadi peserta masih memiliki kesempatan untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas mereka, jika mengacu pada dua event berskala lokal dan internasional yang terjadi tahun lalu.

Berkaca dari Pilkada DKI Jakarta dan pemilu presiden Amerika Serikat, pasangan calon yang tadinya hanya memiliki peluang kecil kemudian bisa membalikkan keadaan, hingga akhirnya memperoleh kekuasaan.

Sebagai contoh, isu agama dan etnis di Jakarta menjadi hal yang menonjol hingga bisa mengalahkan petahana yang sempat unggul elektablitasnya.

Sedangkan di Amerika Serikat, isu sentimen penduduk asli dan pendatang diolah hingga bisa meruntuhkan popularitas calon lain.

Isu itu bahkan bisa mengganggu ideologi pluralisme yang dijunjung di negara tersebut.

Kembali ke Pilkada Jateng, para pasangan calon seharusnya bisa melihat potensi yang bisa dikembangkan untuk mengangkat popularitas dan elektabilitas mereka hingga kemenangan pun bisa diraih.

P
Pasangan Calon Infografik Survei Litbang Kompas Elektabilitas Pasangan Calon di Pilkada Jawa Tengah (FOTO-FOTO: KOMPAS/HERU SRI KUMORO, KOMPAS/WISNU WIDIANTORO | INFOGRAFIK: LUHUR)

Elektabilitas kandidat Ada dua pasang kandidat yang bersaing dalam pilkada jawa tengah, yaitu pasangan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin, yang diusung oleh koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Demokrat, Partai Nasdem, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Golkar.

Pasangan yang satu lagi, yakni Sudirman Said dan Ida Fauziah, mendapat dukungan dari koalisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Halaman
123
Editor: muslimah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved