Egy Maulana Dikontrak Klub Eropa, Begini Harapan Menpora Imam Nahrawi

Egy ini pemain Indonesia pertama yang masuk liga Polandia. Ini adalah prestasi dan semoga bisa melecut semangat pemain yang lain

Egy Maulana Dikontrak Klub Eropa, Begini Harapan Menpora Imam Nahrawi
tribunjateng/akbar hari mukti
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi kunjungi pelatnas Asian Para Games 2018, di Stadion Sriwedari Solo, Selasa (13/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Pemain muda Indonesia, Egy Maulana Vikri akhirnya mampu mewujudkan mimpinya bermain di liga benua Eropa.

Pemain 18 tahun ini resmi dikontrak sebuah tim divisi teratas liga Polandia, Lechia Gdansk.

Bahkan Egy dipercaya untuk mengenakan kostum bernomor punggung 10 di klub tersebut.

Hal itu membuat Egy dielu-elukan masyarakat Indonesia. Tak terkecuali Menpora Imam Nahrawi.

Saat ditemui di Stadion Sriwedari Solo, Selasa (13/3/2018), menteri Imam mengaku bangga ada anak bangsa yang mampu lolos ke eropa. Imam pun mengucapkan selamat.

Baca: Ehem, Wasit Tercantik dan Terseksi Karolina Komentar Soal Egy Maulana!

"Egy ini pemain Indonesia pertama yang masuk liga Polandia. Ini adalah prestasi dan semoga bisa melecut semangat pemain yang lain agar bisa masuk ke liga Eropa juga," kata dia.

Baca: Waduh, Klub Baru Egy Maulana di Liga Polandia Terancam Degradasi

Imam pun berharap Egy punya karir yang baik di benua biru tersebut. Hanya saja, ia menekankan apabila timnas membutuhkan jasanya, maka ia harus kembali ke Indonesia.

Baca: Netizen Klaim Egy Maulana Vikri Warga Malaysia, Data di Wikipedia Juga Pernah Diubah

"Jika timnas memanggil, maka ia wajib hadir. Saya ingin hal tersebut tertuang di kontraknya bersama klub tersebut," urai dia.

Egy Maulana Vikri
Egy Maulana Vikri (Instagram)

Ia menceritakan, bila Egy adalah jebolan SSB Ragunan. Menurut Imam, dengan berhasilnya Egy Maulana melenggang ke Polandia, hal itu menjadi bukti bahwa pemain Indonesia mampu.

"Tak masalah dengan sarana prasarana. Di SSB Ragunan itu sarana prasarananya terbatas. Yang penting itu kemauan dan tekad," kata Imam. (Ahm)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved