Jamal Mirdad Bertemu Ratusan Pelaku Ekonomi Kreatif di Salatiga

Anggota Komisi X DPR RI Jamal Mirdad mengatakan, peran ekraf pada perekonomian nasional terbilang tinggi dan pihaknya ingin mendorong

Jamal Mirdad Bertemu Ratusan Pelaku Ekonomi Kreatif di Salatiga
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO/dok
Jamal Mirdad 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar acara Sharia Banking fo Creative Bussiness Matching fi Hotel Grand Wahid Salatiga, pada Selasa (13/1/2018).

Lima perbankan syariah diundang untuk bertatap muka langsung dengan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) perihal pembiayaan dengan perbankan syariah yang nantinya akan difasilitasi oleh Bekraf.

Anggota Komisi X DPR RI Jamal Mirdad mengatakan, peran ekraf pada perekonomian nasional terbilang tinggi dan pihaknya ingin mendorong para pelaku ekraf untuk terus mengembangkan usaha mereka.

EKONOMO KREATIF - Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo memberikan pemaparan saat acara Sharia Banking fo Creative Bussiness Matching fi Hotel Grand Wahid Salatiga, pada Selasa (13/3/2018).
EKONOMO KREATIF - Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo memberikan pemaparan saat acara Sharia Banking fo Creative Bussiness Matching fi Hotel Grand Wahid Salatiga, pada Selasa (13/3/2018). (tribunjateng/ponco wiyono)

"Bussiness Matching ini adalah untuk mempertemukan antara pelaku ekraf dengan perbankan syariah guna mengetahui apa saja syarat untuk mengakses pembiayaan yang ditawarkan perbankan syariah ini," kata Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo.

Sebanyak 200 pelaku ekraf hadir dalam acara itu.

Dikatakan, ekraf telah menyumbang hampir Rp 1.000 triliun PDB nasional dan berkaca dari hal ini perbankan syariah diharapkan bisa menyalurkan pembiayaan kepada pelaku usaha ekraf yang ingin mengembangkan usahanya.

"Dengan demikian, perbankan syariah pun turut mendukung usaha meningkatkan PDB nasional," jelasnya lagi.

Selain Jamal Mirdad, Walikota Salatiga Yuliyanto juga hadir di acara guna memaparkan peran ekraf pada roda perekonomian daerah.

Fadjar melanjutkan, akses permodalan masih menjadi masalah dalam mengembangkan perekonomian. Di Indonesia sendiri, sumber permodalan Rp 6.000 triliun terdapat di perbankan dan hanya Rp 11 triliun yang ada di Perusahaan Modal Ventura.

'Nah, Bekraf berusaha mencarikan solusi pembiayaan berbasis kekayaan intelektual yang bisa berupa merek, hak cipta, dan paten sebagai jaminan mengakses pembiayaan perbankan,' jelas Fadjar.

Bussiness matching yang digelar Bekraf ini merupakan yang kedua kalinya di tahun 2018 ini.
Lima perbankan syariah yang hadir antara lain Bank Bukopin Syariah, Maybank Syariah, BNI Syariah, BRI Syariah, dan CIMB Niaga Syariah.

Para pelaku ekraf dipersilakan untuk berinteraksi langsung dengan perwakilan bank-bank tersebut di booth yang sudah disiapkan.

Praktisi Keuangan Syariah dari Maybank Syariah Ahmad Gozali juga turut diminta menjadi pembicara perihal keuangan syariah. (*)

Penulis: ponco wiyono
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help