Kasus Asusila

Jika Tindakan Oknum Guru SD Itu Terbukti sudah Bikin Malu Kota Semarang

Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang, Prof Dr H Rasdi Ekosiswoyo menyayangkan adanya informasi dugaan pelecehan

Jika Tindakan Oknum Guru SD Itu Terbukti sudah Bikin Malu Kota Semarang
NET
Siswi SD 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang, Prof Dr H Rasdi Ekosiswoyo menyayangkan adanya informasi dugaan pelecehan oleh oknum guru SD kepada beberapa siswanya.

“Kami sesalkan itu. Kasihan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu bersama unsur-unsur di bawahnya yang selama ini sudah bekerja keras untuk menjadikan Kota Semarang menjadi lebih baik, tak terkecuali di dunia pendidikan,” kata Rasdi.

Kepada Tribun Jateng, Senin (12/3) petang, Rasdi pun berpesan, seandainya kejadian itu sudah masuk ke dalam ranah hukum, diharapkan seluruh pihak bisa menghormatinya. Biarkan proses yang dilakukan aparat penegak hukum, berjalan.

“Biarkan proses hukum yang akan menjawabnya. Dan atas dugaan pelecehan itu, tidak bisa menyalahkan pihak lainnya. Baik itu Dinas Pendidikan Kota Semarang, Pemerintah Kota Semarang, pengawas sekolah, bahkan kepala sekolah,” terangnya.

Menurutnya, itu adalah tindakan oknum dan sebenarnya sudah diketahui oleh guru manapun bahwa itu sangat tidak pantas.

“Tetapi kalau tetap dilakukan, itu lebih kepada individu. Kami sangat yakin, jika pemerintah bahkan pula kepala sekolah sudah berkali-kali, tanpa henti mewanti-wanti untuk melakukan segala aktivitasnya sesuai prosedur, mendidik yang benar-benar beretika,” ucap mantan Rektor Unnes itu. Menurutnya kesalahan ada pada diri pribadi oknum guru tersebut.

“Jadi biarkan yang bersangkutan diproses hukum jika memang dinyatakan bersalah. Seandainya terbukti, oknum guru tersebut sudah memalukan sekolah, pemerintah, dan kota yang selama ini bekerja secara optimal untuk membangun serta mengembangkannya menjadi lebih baik lagi,” tandasnya.

Seperti diinformasikan, seorang guru SD di Semarang, dilaporkan ke Polrestabes Semarang atas dugaan pelecehan seksual terhadap anak didiknya.

Informasinya, pelaku diduga melakukan pelecehan terhadap Bunga. Itu dilakukan ketika guru Ujang (nama samaran) memanggil sejumlah siswi untuk masuk ke dalam kelas. Setelah mereka masuk, ruang kelas itu dikunci dan meminta para siswi menanggalkan pakaian.

Namun, bagaimana kebenarannya, saat ini Tim Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Semarang sedang melakukan penyelidikan. Senin (12/3), polisi telah mendatangi SD tersebut guna pengumpulan data. (tribunjateng/cetak/dse)

Penulis: deni setiawan
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help