Katno Setuju Kiosnya Dibongkar, Tapi Butuh Waktu Sepekan Pindahkan Barang Dagangan

Katno menerima direlokasi karena kondisi bantaran sungai BKT sudah tidak aman. Jika terjadi hujan, air selalu meluap

Katno Setuju Kiosnya Dibongkar, Tapi Butuh Waktu Sepekan Pindahkan Barang Dagangan
tribunjateng/m zainal arifin
Alat berat merobohkan kios-kios di Jalan Sawah Besar, Kelurahan Kaligawe, Kota Semarang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Katno, salah satu pemilik kios, seolah tidak mempedulikan adanya backhoe yang merobohkan beberapa bangunan di sebelah kiosnya di Jalan Sawah Besar, Kelurahan Kaligawe, Gayamsari, Kota Semarang, Selasa (13/3/2018).

Ia sibuk sendiri menata berbagai peralatan di bengkel miliknya.

Di tengah kesibukannya, Katno mengaku gemetar mendengar suara reruntuhan tembok.

Pasalnya, ia khawatir backhoe yang didatangkan Dinas Perdagangan Kota Semarang itu juga akan merobohkan bangunan kiosnya.

"Gemetaran tadi pas menata alat-alat bengkel. Meski kios saya belum dibongkar, tapi dengan tembok kios di sebelah yang dirobohkan rasanya itu kios saya," kata Katno.

Dinas Perdagangan Kota Semarang mendatangkan alat berat dalam melakukan pembongkaran kios-kios milik pedagang kaki lima (PKL) yang menempati bantaran sungai Banjir Kanal Timur (BKT) di Kaligawe. Untuk sementara, pembongkaran dilakukan hanya pada 14 kios dari total 148 kios PKL.

Satu di antaranya kios yang masih berdiri yaitu milik Katno. Ia menuturkan, sudah meminta waktu kepada Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang untuk memindahkan barangnya sebelum dibongkar.

"Saya minta waktu sampai akhir pekan ini. Karena alat-alat bengkel cukup berat sehingga butuh waktu. Tidak bisa sehari selesai. Apalagi tempat relokasi saya di Pasar Barito Baru di Penggaron, kiosnya belum dibangun," ucap Katno yang sudah menjalankan usaha bengkelnya selama 15 tahun itu.

Katno menyampaikan, menerima direlokasi karena kondisi bantaran sungai BKT sudah tidak aman. Jika terjadi hujan, air selalu meluap bahkan membanjiri rumah-rumah warga.

"Saya justru senang kalau BKT dinormalisasi. Rumah saya di Kaligawe, kalau hujan pasti banjir. Dampaknya NJOP turun. Kalau dinormalisasi, kan tidak ada banjir lagi," tuturnya.

Karena alasan itu, Dinas Perdagangan Kota Semarang akhirnya hanya membongkar 14 kios saja dari 148 kios PKL di Kelurahan Kaligawe.

Kepala Dinas Perdagangan, Fajar Purwoto mengatakan, dirinya memberikan waktu kepada PKL yang kiosnya belum dibongkar, agar segera memindahkan barangnya sampai akhir pekan ini.

"Nanti sisanya, yang belum dibongkar, akan dibongkar sendiri pada Senin pekan depan. Karena mereka itu yang akan pindah ke Barito Baru di Penggaron, lapaknya belum ada," kata Fajar.(*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved