Pilgub Jateng

Soal Kepemimpinan Ganjar Pranowo, Buya Syafii Maarif: Menurut Saya Okelah

Buktinya, menurut Buya, adalah hasil survei Harian Kompas yang dipublikasikan hari ini. Ganjar-Taj Yasin menang dengan 79 persen suara

Soal Kepemimpinan Ganjar Pranowo, Buya Syafii Maarif: Menurut Saya Okelah
TRIBUN JATENG/DANIEL ARI PURNOMO
Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bertemu Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif Buya di Gedung Grha Suara Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (13/3/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, YOGYA - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif menilai kepemimpinan Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jateng di periode pertama sudah berjalan baik.

"Saya tidak ngerti detil ya, tapi menurut saya oke-lah," kata Buya ketika menerima kunjungan Ganjar di Gedung Grha Suara Muhammadiyah Yogyakarta, Selasa (13/3/2018).

Buktinya, menurut Buya, adalah hasil survei Harian Kompas yang dipublikasikan hari ini.

Kompas merilis data Ganjar dan pasangannya Taj Yasin menang dengan 79 persen suara.

"Ternyata kalau penilaian (survei) tinggi itu menurut saya rasa rakyat sudah menentukan pilihannya," tegasnya.

Buya juga menyoroti program kredit murah Mitra 25 yang ditelurkan Ganjar di Bank Jateng. Menurutnya, kredit tanpa agunan itu salah satu terobosan yang dibutuhkan rakyat.

"Kredit murah itu bagus, ternyata bank makin berkembang dan rakyat makin sejahtera. Banyak terobosan untuk bangsa ini. Sila kelima sudah selayaknya dilakukan," ujar pendiri Maarif Institute itu.

Selain itu Buya juga berpesan agar Pilgub Jateng berjalan damai dan tidak memecah belah rakyat seperti Pilgub Jakarta.

"Bertanding yang bagus dan fair, dan tidak ada black campaign dan juga jangan pakai model Jakarta. DKI itu polarisasi tajam sampai pelosok, itu merusak demokrasi, merusak martabat bangsa ini," tegasnya.

Sementara Ganjar menyatakan mendapat banyak petuah agar pelaksanaan Pilgub berjalan adem dan menjauhi fitnah.

"Saya meminta masukan dan petunjuk agar pilkada kita adem, bermutu, dan menyenangkan. Pilkada tidak perlu yang serem-serem dan fitnah, persatuan harus dijaga, jangan sampai masyarakat terbelah," katanya.(*)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved